Makassar Terkini
Masuk

Karena Ini, Warga Korut Ramai-Ramai Ajukan Gugatan Cerai

Terkini.id, Jakarta-  Belakangan ini fenomena baru terjadi di Korea Utara (Korut). Jumlah warga yang mengajukan gugatan cerai dilaporkan meningkat. 

Hal ini dikarenakan pemerintah Korut mengganggap perceraian sebagai anti sosialis yang akhirnya membuat pasangan terpaksa menunggu bertahun-tahun untuk berpisah secara resmi. 

Namun, karena tekanan ekonomi di negara tersebut membuat aktivitas lumpuh dan perceraian menjadi meningkat. 

“Baru-baru ini, perselisihan keluarga memburuk karena alasan ekonomi dan jumlah keluarga yang ingin bercerai meningkat, tetapi pihak berwenang memerintahkan pengadilan untuk tidak dengan mudah menyetujui perceraian”, ungkap seorang penduduk daerah Kyongsong di Provinsi Timur Laut  Hamgyong Utara dikutip dari CNBC Indonesia pada Kamis 4 Agustus 2022.

“Ketika saya sesekali lewat di depan gedung pengadilan, saya selalu melihat belasan pemuda dan pemudi berkumpul di depan gedung utama. Ini kebanyakan pasangan yang ingin menemui hakim atau pengacara untuk mengajukan gugatan cerai”, tambahnya. 

Menurutnya, pengadilan biasanya tidak mengabulkan perceraian kecuali ada alasan yang tidak dapat dihindari. Ia juga mengatakan banyak warga telah berhenti hidup dengan pasangannya selama bertahun-tahun untuk menunggu status resmi dari negara. 

Dikutip dari media yang sama, Korut sendiri sudah terancam kelaparan saat ini. Kekurangan pangan di Korut mulai meluas larangan impor dari awal pandemi Covid-19 pada Januari tahun 2020.

Harga bahan pangan seperti jagung, beras dan tepung terus naik sehingga menyulitkan warga. 

Hingga saat ini, belum ada komentar langsung dari Pemerintah Kim Jong Un soal ini. Korut biasanya tak memberi konfirmasi langsung ke media, kecuali dipublikasikan ke media corong pemerintah KCNA atau diverifikasi Korea Selatan (Korsel) dan Jepang.