Karyawan Google di Seluruh Dunia Lakukan Aksi Mogok Kerja, Ini Sebabnya

Google
Kantor Google. (foto: rbc.ua)

Terkini.id, California – Serangkaian aksi mogok dilakukan para staf di kantor Google di seluruh dunia. Aksi mogok ini terkait protes terhadap perlakuan perusahaan tersebut kepada kaum perempuan.

Aksi protes ini sebelumnya belum pernah dilakukan para karyawan Google. Para staf menuntut beberapa perubahan tentang cara perusahaan menangani berbagai tuduhan pelanggaran seksual, termasuk diantaranya seruan untuk mengakhiri penengahan paksa.

Sundar Pichai selaku Kepala Eksekutif Google mengatakan kepada stafnya bahwa ia mendukung hak mereka untuk melakukan aksi tersebut.

“Saya memahami begitu banyak kemarahan dan kekecewaan yang Anda rasakan,” sebutnya dalam surat elektronik yang ditujukan pada para karyawan, dikutip dari detik, Jumat, 2 November 2018.

Sundar juga mengungkapkan apa yang dirasakan para karyawan juga turut dirasakannya.

“Saya merasakannya juga, dan saya sepenuhnya berkomitmen mengambil langkah menangani masalah yang sudah berlangsung terlalu lama di lingkungan kita dan di Google juga,” ujarnya.

Google
Karyawan Google lakukan aksi protes dan mogok kerja. (foto: detik.com)

Kemarahan di perusahaan itu merebak dalam seminggu terakhir, setelah salah seorang eksekutif menerima uang pesangon senilai US$ 90 juta atau sekitar Rp1,3 triliun saat ia mengundurkan diri dari perusahaan tersebut.

Pichai mengungkapkan kepada stafnya, setidaknya ada 48 karyawan dipecat dan tidak menerima pesangon karena melakukan pelecehan seksual. Ia mengaku laporan yang dimuat media New York Times ‘sulit dibaca’.

Meskipun pihak Google menganggap dugaan pelecehan seksual yang diarahkan kepadanya cukup ‘kredibel’, Andy Rubin, yang dikenal sebagai ‘pencipta’ sistem operasi ponsel Android, menyangkal tuduhan tersebut.

Diketahui, pada Selasa, 30 Oktober 2018, seorang eksekutif Google di bagian lab riset, Richard DeVaul, dikatakan melakukan pelecehan terhadap seorang perempuan yang baru-baru ini diwawancarai untuk sebuah jabatan yang nantinya berada di bawah DeVaul.

DeVaul sendiri belum mengomentari hal ini sejak pengunduran dirinya, namun pernah menyebut insiden itu sebagai ‘kekeliruan menilai situasi’.

Komentar

Rekomendasi

Stok Masker di China Menipis, Pria Ini Gunakan Pembalut

Media China Nyatakan 51 Pasien Virus Corona Sembuh dan Dipulangkan dari RS

Beredar Video, Turis China Ngamuk di Bandara Tolak Screening Virus Korona

Dua Pasien di China Sembuh dari Virus Corona, Dokter Pakai Obat HIV

KJRI Telusuri Jejak Diaspora Indonesia di Universitas Ummul Quro Mekkah

Korban Meninggal Akibat Corona Bertambah Jadi 80 Orang, China Perpanjang Hari Libur

Legenda NBA Kobe Bryant dan Putrinya Tewas dalam Kecelakaan Helikopter

KJRI Jeddah Beri Kejutan Paspor Gratis untuk 10 Pemohon di HUT ke-70 Imigrasi

Korban Tewas Akibat Virus Korona Bertambah Jadi 56, Pasien Kritis 324 Orang

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar