Kasus Pemerkosaan Gadis Asal Jambi Jadi Sorotan Dunia, Korban Malah Jadi Tersangka

Pemerkosaan
Ilustrasi pemerkosaan anak di bawah umur

Terkini.id, Jambi – Kasus pemerkosaan anak di bawah umur masih saja terjadi di Indonesia. Tak hanya menyisakan luka mendalam bagi korban, kasus pemerkosaan tersebut juga meninggalkan beban psikologis bagi sang anak ke depannya.

Dilansir dari Brilio, baru-baru ini sebuah kasus pemerkosaan anak di bawah umur terjadi di daerah Muara Bulian, Jambi. Seorang gadis berusia 15 tahun diperkosa oleh kakaknya sendiri hingga hamil dan terpaksa menggugurkan kandungannya.

Polisi pun sudah menangkap sang kakak ketika janin si gadis ditemukan di perkebunan kelapa sawit. Kakaknya pun mengakui ia sudah memperkosa adiknya sebanyak 8 kali sejak September tahun 2017 lalu.

Kakaknya sendiri juga mengakui memberikan sejumlah uang dan memukuli adiknya jika memberitahukan kepada orang lain. Hasrat seksual kakak laki-lakinya ini memang terdorong karena sering menonton film dewasa.

Pemerkosaan
Ilustrasi pemerkosaan. (foto: netralnews.com)

Kasus ini sontak menjadi sorotan dunia usai Putusan Pengadilan Negeri Muara Bulian yang dinilai kontroversial karena menetapkan sang korban menjadi tersangka.

Putusan Pengadilan tersebut membuat media luar negeri jadi gempar. Pasalnya, sang adik yang menjadi korban ikut divonis 6 bulan penjara lantaran telah melakukan aborsi pada kandungannya.

Dilansir dari laman The Guardian, Rabu, 1 Agustus 2018, sebuah aliansi terhadap perlindungan perempuan sudah bertemu dengan Komisi Yudisial  untuk meminta kembali mengusut vonis yang dinilai tidak adil bagi korban tersebut.

Pemerkosaan
Pengadilan Negeri Muara Bulian, Jambi. 9foto: fakta.co)

Wanita bernama Genoveva Alicia, yang menjabat sebagai The Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) juga mengajukan banding terhadap vonis yang dijatuhkan kepada gadis 15 tahun ini.

Banyak kejanggalan yang ditemukan oleh Alicia, karena kakak dan adik ini menggunakan jasa pengacara yang sama dari pemerintah. Dan pengajuan banding ini masih terus berjalan hingga kini yang dilayangkan ke Pengadilan Tinggi Jambi.

Sampai saat ini polisi sudah menetapkan tiga tersangka, termasuk ibu korban, kakaknya dan gadis tersebut. Dan sang kakak dijatuhi hukuman pada 19 Juli 2018 lalu dengan hukuman 2 tahun penjara.

Berita Terkait