Kasus Virus Corona di AS Sudah Lebih dari Sejuta, Presiden Trump Sibuk Kampanye Pemilu

Terkini.id, Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dinilai belum melakukan langkah nyata terkait penanganan kasus virus corona. Padahal, Amerika sudah menjadi negara dengan kasus terbanyak di dunia.

Melansir data Worldometers Amerika Serikat melaporkan adanya 1.161.109 kasus infeksi virus corona dengan korban meninggal mencapai 67.448 orang. Sementara itu, pasien yang dinyatakan telah sembuh adalah sebanyak 173.725 orang.

Berdasarkan pantauan dari sumber yang sama, tercatat pula ada tambahan kasus baru sebanyak 335 kasus dan ada empat kematian baru yang dilaporkan.

Baca Juga: Diblokir Permanen Oleh Twitter, Trump akan Buat Platform Sosial Media...

Meski angka peningkatan kasus masih cukup tinggi, namun meningkatnya suhu udara ditambah kebosanan karena telah menjalani lockdown selama berminggu-minggu rupanya membuat jutaan warga Amerika Serikat menghabiskan waktu di luar rumah pada Sabtu 3 Mei 2020.

Hal tersebut menambah tekanan pada pejabat kota dan negara bagian untuk menegakkan, atau akan melonggarkan aturan pembatasan yang diberlakukan untuk menekan laju penyebaran virus corona.

Baca Juga: Trump Dinyatakan Tidak Bersalah pada Sidang Pemakzulan oleh Dewan Senat

Melansir New York Times 3 Mei 2020 di New York City yang suhu udaranya meningkat pada hari Sabtu, Walikota Bill de Blasio memohon warga untuk menahan keinginan berkumpul di luar rumah.

Di New Jersey, lapangan golf kembali dibuka pada Sabtu pagi, dan Gubernur Philip D. Murphy mengatakan bahwa ia menerima laporan dari polisi negara bagian dan petugas taman yang mengindikasikan bahwa masyarakat masih mematuhi pembatasan jarak aman.

Warga Amerika Desa Pelonggaran Kebijakan

Baca Juga: Cek Fakta: Donald Trump Ngamuk Usai Kalah dari Joe Biden

Sementara itu di negara bagian lain, pengunjuk rasa mendesak adanya pelonggaran pembatasan dengan mengadakan unjuk rasa di ibukota Kentucky, Oregon dan bahkan Florida.

Lee Watts, koordinator aksi di Kentucky, mengatakan bahwa pengunjuk rasa tersebut memiliki kebebasan sendiri untuk mengatur jarak sosial mereka.

Beberapa pengunjuk rasa yang hadir terlihat mengenakan mengenakan masker, namun banyak juga yang tidak.

Di Lincoln Park di Jersey City, mobil patroli Departemen Sheriff County Hudson dan S.U.V. berada di lokasi taman sejak pukul 8 pagi untuk memantau ketertiban warga.

Tetapi warga yang datang di taman tersebut tampaknya mematuhi pembatasan jarak aman dengan baik. Orang-orang mempertahankan jarak hampir dua meter di seluruh area taman, dan hampir semua orang memakai masker.

“Kami tidak memiliki halaman dan kami hanya perlu tempat untuk bermain bola bisbol dengan anak-anak,” kata Lori Mannette, yang tinggal satu setengah kilometer dari taman tersebut.

Pelonggaran aturan ketat di seluruh negara menandai fase baru yang signifikan dalam respons negara terhadap virus meskipun jumlah kasus virus yang dikonfirmasi secara nasional terus bertambah.

Walaupun tingkat pertumbuhan virus telah melambat di tempat-tempat seperti New York dan California, jumlah kasus baru semakin meningkat di Massachusetts, Nebraska dan Wisconsin, serta negara bagian lain.

Presiden Trump Fokus Kampanye Pemilu 2020

Sementara itu, mengutip dari kompascom, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bakal meluncurkan lagi kampanye pemilu AS 2020.

Trump akan tampil di televisi pada Minggu 3 Mei 2020 malam waktu setempat, dengan lokasi pengambilan gambar di Lincoln Memorial.

Politisi Partai Republik itu menelan hasil buruk di sebagian besar survei jelang pemilu AS 2020 November mendatang.

Trump dihujani kritik karena gayanya yang kasar dan mengadu domba selama bencana nasional terjadi, dan dituduh beberapa pihak menghambat penanganan awal terhadap Covid-19 di AS.

Meroketnya perekonomian AS juga dipandang sebagai kartu as Trump untuk mencengkeram periode keduanya, kini justru anjlok karena lockdown virus corona.

Trump sendiri sangat bersemangat membuka kembali perekonomian – yang meningkatkan harapan dirinya terpilih lagi.

Sementara, para ahli medis memperingatkan pembukaan kembali secara prematur dapat mengakibatkan bencana besar.

Di sisi lain, Trump ditekan oleh banyak rakyat AS yang pekerjaan dan pendapatannya hilang atau menurun drastis.

Sponsored by adnow
Bagikan