Kayu Jati Milik Pemerintah Diduga Dijual Pekerja Jalan Ruas Lawo-Lapajung Soppeng

Kayu Jati Soppeng
Kayu Jati Milik Pemerintah Diduga Dijual Pekerja Jalan Ruas Lawo-Lapajung Soppeng

Terkini.id, Soppeng – Pekerjaan jalan dan pengaspalan di jalan ruas Lawo-Lapajung Kabupaten Soppeng telah rampung. Proses pengerjaan jalan tersebut diketahui harus memangkas habis puluhan Pohon Jati yang terletak di badan jalan. Akan tetapi, pihak pelaksana diduga menjual puluhan batang Pohon Jati tersebut.

Pohon Jati itu diketahui merupakan tanaman pelindung yang berada di pinggir jalan. Ketika proses pembabatan pohon di sekitar jalan rampung, masyarakat setempat hendak meminta batang pohon bekas proyek tersebut.

Namun, pihak pekerja enggan memberikan kayu itu kepada masyarakat setempat.

Menurut penuturan warga, jati-jati tersebut dikumpulkan dan diduga telah dijual oleh pihak pekerja ke seorang pengusaha kayu yang terletak tak jauh dari lokasi pengerjaan jalan. Hal ini terlihat dari berjejernya batang jati tersebut di lokasi usaha kayu.

Menyikapi dugaan tersebut, Kepala seksi Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Soppeng Muhammad Nur mengatakan, tanaman yang berada di pinggir jalan merupakan tanaman aset pemerintah Kabupaten Soppeng.

Menarik untuk Anda:

“Tanaman pinggir jalan itu aset pemerintah dan tidak boleh dijual,” kata Nur, Rabu, 4 September 2019.

Sementara itu, Adi, salah satu pekerja mengatakan, beberapa waktu lalu ia kedatangan puluhan batang kayu Jati yang berasal dari proyek pekerjaan yang tak jauh dari tempatnya bekerja.

“Kayu itu kalau tidak salah dibawa dari pelaksana pekerjaan jalan, mereka meminta agar batang jati tersebut dibuatkan papan,” kata Adi.

Saat ditanya apakah Jati tersebut mereka jual atau tidak, dirinya mengaku jika hanya diminta untuk mengolah kayu-kayu itu.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Soppeng Andi Haeruddin belum mengatahui terkait pihak pelaksana pekerja jalan yang diduga menjual batang Jati aset pemerintah.

“Saya belum tahu tentang itu, tapi mestinya kayu itu harusnya diberikan ke masyarkat yang membutuhkan,” ujar Haeruddin saat dikonfirmasi.

Perlu diketahui, anggaran peningkatan jalan ruas Lawo-Lapajung Kecamatan Lalabata, Soppeng mencapi angka Rp 7,8 miliar.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Hampir Pasti Lawan Kotak Kosong di Pilkada Soppeng, Kaswadi Razak: Jangan Samakan di Makassar

Mantan Wakil Bupati Soppeng 2010-2015 Tutup Usia

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar