Kecamatan Bonto Ramba rawan penderita DBD

JENEPONTO – Kecamatan Bonto ramba Kabupaten Jeneponto rawan penderita Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), sebagaimana pantauan MAKASSARTERKINI.com, Senin 9 Januari 2017, di RSUD Lanto Daeng Pasewang kamar 4 lontara II di mana dalam kamar tersebut sejumlah penderita DBD berasal dari Kecamatan Bonto ramba.

Menurut orang tua Wahyu, Alimuddin Rate (48), putranya sudah 6 hari dirawat dan dinyatakan positif menderita DBD, 

"Awalnya anak saya Demam tinggi, muntah-muntah, dan ada bintik-bintik merah. Saya antar ke Puskesmas untuk periksa. Dokter sarankan untuk di rawat,  3 hari di Puskesmas Bonto Ramba baru dirujuk ke sini (RSUD Lanto Daeng Pasewang). Katanya dokter positif DBD," tutur Alimuddin

Sementara Kepala seksi rekam medik RSUD Jeneponto Irnawati mengaku bahwa penderita DBD meningkat pada pertengahan bulan November 2016. Menurutnya hal tersebut terjadi diakibatkan faktor pergantian cuaca. 

"Mulai ada pada pertengahan bulan november 2016. Saat itu penderita DBD 52 orang, dan Perbulan Desember turun, tinggal kurang lebih 30 orang, serta sepekan ini yang positif DBD d 8 orang yang di rawat, itu belum yang dirawat di Puskesmas yang ada di Jeneponto,"jelas Irnawati 

Dia juga mengaku sudah melaporkan ke Dinas Kesehatan untuk dilakukan pencegahan DBD, di setiap kecamatan,"sejak ada masuk penderita DBD, saya melaporkan langsung ke Dinkes untuk segera lakukan fogging, itu untuk pencegahan penyakit DBD,"tuturnya

Syarief 

Berita Terkait
Komentar
Terkini