Kecipratan Uang Bansos Covid-19, Dirjen Kemensos: Beliau Bayarkan Cincin Akik Saya

Terkini.id – Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Pepen Nazaruddin membantah menerima uang dari “fee” pengadaan bansos sembako Corona, namun hanya mengaku mendapat cincin akik.

“Apa saudara pernah terima uang dari Matheus Joko Santoso atau Adi Wahyono sebesar Rp1 miliar?” tanya Ketua Majelis Hakim Muhammad Damis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin, 9 Mei 2021.

“Tidak,” jawab Pepen yang menjadi saksi untuk terdakwa mantan Menteri Sosial Juliari Batubara yang didakwa menerima suap Rp32,482 miliar dari 109 perusahaan penyedia bansos COVID-19.

Baca Juga: Duh, Saksi Ungkap Dana Korupsi Bansos Mengalir ke Pejabat BPK

Dalam dakwaan disebutkan Pepen Nazaruddin mendapat Rp1 miliar dari “fee” yang diserahkan oleh perusahaan penyedia bansos sembako COVID-19.

“Apa saudara pernah terima barang atau hadiah?” tanya Hakim Damis.

Baca Juga: Sentil PDIP Soal Partai Wong Cilik Pengamat: Kadernya Koruptor Paling...

“Beliau bayarkan cincin akik saya,” jawab Pepen.

Pepen menyebut Adi Wahyono membayarkan Rp50 juta untuk cincin akik-nya seharga Rp60 juta.

Mengutip suaracom jaringan terkini.id,  Adi yang dimaksud Pepen adalah Adi Wahyono selaku Kabiro Umum Kemensos yang menjabat sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) pengadaan bansos sembako COVID-19 pada April-September 2020 sekaligus Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan bansos sembako COVID-19 periode Oktober-Desember 2020.

Baca Juga: PDIP Ngaku Partai Wong Cilik, Pakar: Kadernya Koruptor Paling Jahat...

“Jadi ketika itu saya ditawarkan cincin oleh toko, karena (uangnya) kurang, pas telepon kebetulan ada Pak Adi di depan, saya tawarkan dia barangkali berminat,” ungkap Pepen.

Cincin akik itu pun masih di tangan Pepen sampai sekarang.

1 2
Selanjutnya
Bagikan