Kejagung Tangkap Buron Dana Pensiun Rp1,4 T, Denny Siregar: Sementara KPK Sibuk Nangkep Ikan Kecil Seharga Rp1 M

Terkini.id, Jakarta – Sindiran Denny Siregar terhadap aksi Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK terus berlanjut. Denny sebelumnya menilai OTT yang dilakukan KPK terhadap Nurdin Abdullah cenderung kecil atau receh, karena nilainya cuma Rp1 hingga Rp2 miliar.

Dalam postingan terbarunya, Denny membagikan kabar berita Tim Tangkap Buronan (Tabur) Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung (Kejagung) yang dibantu intelijen Kejati DKI Jakarta dan Kejari Jakarta Pusat menangkap buronan kasus korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) pembobolan dana pensiun PT Pertamina dengan kerugian negara ditaksir mencapai Rp 1,4 Triliun.

Atas berita tersebut, Denny Siregar mencuit:

Baca Juga: Denny Siregar: Rambut Wanita di Arab Saudi Makin Pendek, Sedang...

“Sementara itu @KPK_RI masih sibuk nangkep ikan kecil seharga 1 milyar – 2 milyar.. Pake kapal wisata dengan biaya sewa Rp 1,3 trilyun setahun.”

Untuk diketahui, dalam penangkapan tersebut Kapuspenkum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan, penangkapan dilakukan pada Selasa 2 Maret 2021 pukul 21.30 WIB. 

Baca Juga: NasDem Minta Stigma Polarisasi terhadap Anies Dihentikan, DS: Enak Bener,...

Terpidana tindak pidana korupsi itu atas nama Bety di Jalan Kemang 1D No. 15 B Gang Langgar, Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Bety merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat.

Bety merupakan Komisaris Utama PT. Sinergi Millenium Sekuritas

“Bety merupakan Terpidana Perkara Tindak Pidana Korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Pembobolan Dana Pensiun pada PT. Pertamina (Persero) yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp.1,4 Triliun (satu triliun empat ratus miliar rupiah),” ungkap Leonard.

Baca Juga: NasDem Minta Stigma Polarisasi terhadap Anies Dihentikan, DS: Enak Bener,...

Leonard mengatakan, berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 2496 K/Pid.Sus/2020 tanggal 9 September 2020, terdakwa Bety terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana Korupsi Secara Bersama-sama dengan Muhammad Helmy Kamal Lubis dan Edward Seky Soryadjaya.

Oleh karena itu, Terdakwa dijatuhi pidana penjara selama 5 tahun dan denda sebesar Rp200 juta subsider 6 bulan pidana kurungan serta dihukum membayar uang pengganti sebesar Rp777.331.427 yang dikompensasikan dengan uang yang telah dikembalikan oleh Terdakwa kepada Negara dengan jumlah yang sama.

“Kami mengimbau kepada seluruh DPO Kejaksaan untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan,” jelas dia.

Sementara itu, Kasi Penkum Kejati DKI Jakarta Ashari Syam menyampaikan, rencananya pagi ini terpidana dieksekusi di Lapas Perempuan Klas IIA Pondok Bambu, Jakarta Timur oleh Jaksa pada Kejari Jakarta Pusat.

Lebih lanjut, sesuai petikan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor:2496 K/Pid.Sus/2020 tanggal 9 September 2020, terpidana secara sah dan meyakinkan dinyatakan telah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama melanggar Pasal 2 Ayat (1) juncto Pasal 18 Ayat (1) UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Bagikan