Kejaksaan dan BPK Diminta Audit Penggunaan Dana Hibah KNPI Sulsel

Pengurus KNPI Sulsel (versi Haris Pratama) menggelar konferensi pers, di Makassar, Jumat 31 Januari 2020.

Terkini.id — Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulsel versi Haris Pratama meminta Kejaksaan Tinggi, Polda dan BPK untuk audit penggunaan dana hibah KNPI Sulsel kubu Nur Fajriansyah.

Sekretaris KNPI Sulsel, Andi Surahman Batara mengatakan, berdasarkan SK Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) KNPI versi Nur Fajriansyah yang diterbit pada 17 Januari 2019, telah diblokir sejak 21 Februari 2019. 

“Artinya sejak tanggal 21 Februari 2019, KNPI versi Nur Fajriansyah tidak berlaku lagi. Dan tidak berhak menerima bantuan hibah,” kata Andi Surahman melalui konferensi pers di Makassar, Jumat 31 Januari 2020. 

Olehnya itu, ia meminta Kejaksaan Tinggi Sulsel, Polda dan BPK menelusuri penggunaan dana hibah yang diduga telah digunakan oleh kelompok KNPI Sulsel versi Nur Fajriansyah sejak SKnya diblokir oleh Kemenkumham. 

“Kalau diblokir, harusnya mereka tidak berhak menerima dana hibah baik dari pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota. Karena syarat untuk mendapatkan bantuan dana hibah, baik itu lembaga maupun organisasi kemasyarakatan harus terdaftar di Kemenkumham,” ujarnya. 

Menarik untuk Anda:

Selain itu, ia juga meminta Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah untuk bersikap netral dan menyikapi dualisme yang terjadi di internal KNPI Sulsel. 

“Gubernur Sulsel sebagai pembina kepemudaan diharapkan tidak menunjukkan keberpihakan kepada kelompok pemuda atau KNPI tertentu tanpa berdasar pada fakta proses dinamika internal dan organisasi KNPI,” pungkasnya.

Diketahui, KNPI Sulsel terbagi dua kelompok, kelompok Nur Fajriansyah di Sulsel diketuai oleh Nur Kanita Maruddani Kahfi. 

Sementara kelompok Haris Pratama di Sulsel diketuai oleh Muh Arham Basmin. 

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Gelar Webinar, PLUT Sulsel-ABDSI Pacu Digitalisasi UMKM di Masa Pandemi

Relawan Covid-19 Sulsel Diberi Pelatihan, Akan Sosialisasikan 3 M

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar