Kejari Palopo Tahan Tiga Tersangka Kasus Korupsi Jalan Lingkar Barat

Kejari Palopo
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Palopo, Adianto SH MH

Terkini.id, Palopo – Tiga tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Jalan Lingkar resmi ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Palopo, Jumat, 12 Oktober 2018.

Ketiga tersangka kasus dugaan korupsi tersebut yakni Sanny Patanggu (SP) PT Jaya Konstruksi Utama, dan dua tersangka lainnya, Nasrul dan Ali Kumaini (AK). Ketiganya ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Makassar.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Palopo, Adianto SH MH, saat menggelar konfrensi pers di Ruanganya, Jalan Batara, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Senin 15 Oktober 2018, sore tadi.

Ketiganya ditahan karena diduga bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi. Nasrul, tersangkut dalam kasus ini, dalam kapasitasnya sebagai mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palopo. SP sendiri bertindak sebagai rekanan pada kasus tersebut. Sementara AL sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK). ”

Ketiga tersangka ini diduga bekerjasama dalam melakukan tindak pidana korupsi proyek pembangunan jalan Guttu Pareppa-Pepabri atau Jalan Lingkar Barat,” ungkap Adianto.

Untuk diketahui, Jalan Lingkar Barat dimulai pengerajaan tahun 2016 dengan anggaran Rp 5 miliar lebih. Pembangunan jalan yang menghubungkan Kecamatan Wara Barat dengan Kecamatan Bara ini diharapkan menjadi jalan alternatif, sehingga dapat mengurangi kemacetan di tengah kota.

Pada awal 2017, proyek ini dihentikan pengerjaannya karena tidak memiliki analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).

Selain terkesan dipaksakan, proyek jalan yang dilakukan dengan mengeruk gunung ini juga dinilai sangat rawan menyebabkan bencana longsor.

Dalam melakukan penyelidikan, Kejari Palopo telah memeriksa puluhan saksi, termasuk dua saksi ahli dari Universitas Hasanuddin (Unhas).

Berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulawesi Selatan yang melakukan dua kali pemantauan visual proyek, disimpulkan bahwa proyek tersebut menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 1,3 miliar.

Berita Terkait
Komentar
Terkini