Kekurangan Napi, Belanda Sewakan Penjara ke Negara Lain

Terkini.id, Internasional – Belanda punya sebuah ‘masalah’ yang menjadi impian banyak negara, yakni kurangnya narapidana (napi) sehingga beberapa penjara harus ditutup.

Hal ini cukup unik mengingat banyak negara, termasuk Indonesia hingga Amerika Serikat yang justru memiliki masalah muatan penjara yang berlebih atau terlalu padat karena banyaknya napi.

Sementara di Belanda, saking kurangnya jumlah napi, mereka bahkan sampai menyewakan beberapa penjaranya ke Belgia dan Norwegia.

Bukan hanya itu, Belanda juga menyulap beberapa penjaranya menjadi pusat pencari suaka.

Dilansir dari The Guardian, Belanda memiliki tingkat penahanan terendah ketiga di Eropa, dengan 54,4 per 100.000 penduduk.

Menurut Pusat Penelitian dan Dokumentasi WODC kementerian kehakiman, jumlah hukuman penjara yang dijatuhkan turun dari 42.000 pada tahun 2008 menjadi 31.000 pada tahun 2018.

Angka kejahatan terdaftar juga anjlok hingga 40% pada periode yang sama, menjadi 785.000 pada 2018.

Dilansir dari New York Times, penurunan angka kriminal di Belanda diperkirakan akan membuat 3000 sel penjara kosong pada tahun 2021.

Rene van Swaaningen, seorang profesor kiminologi di Sekolah Hukum Erasmus Rotterdam (Erasmus School of Law) memberikan gambaran terkait sistem hukum dan penjara di Belanda.

René mengatakan bahwa Belanda lebih mengedepankan bagaimana agar hukuman oenjara dapat efektif untuk menurunkan angka kriminal.

“Belanda memiliki pragmatisme yang tertanam dalam dalam hal mengatur hukum dan ketertiban,” kata René van Swaaningen, dilansir dari New York Times pada 9 Februari 2017.

“Penjara itu sangat mahal. Berbeda dengan Amerika Serikat, di mana orang cenderung berfokus pada argumen moral untuk pemenjaraan, Belanda lebih fokus pada apa yang berhasil dan apa yang efektif,” lanjutnya.

Bagikan