Kelaparan, Sepasang Kekasih Kanibal Ini Bunuh dan Makan Otak Korbannya

Kanibal
Sang korban, Alexander Popovic. 9foto: brilio.net)

Terkini.id – Kanibalisme merupakan praktik manusia memakan manusia, proses itu terjadi sejak pada masa lampau. Diketahui, kanibalisme sering terjadi akibat kelaparan atau budaya.

Dilansir terkini.id dari brilio.net, Kamis, 11 Oktober 2018, salah satu kasus kanibalisme terjadi di Rusia. Dikabarkan sepasang kekasih melakukan pembunuhan kepada pria bernama Alexander Popovic.

Tidak hanya melakukan pembunuhan, mereka juga memakan otak korbannya. Praktik kanibalisme tersebut dilakukan oleh seorang pria yang masih berusia 22 tahun beserta kekasihnya yang berusia 12 tahun. Keduanya melakukan pembunuhan terhadap Alexander Popovic.

Setelah membunuh mereka memasak bagian tubuh serta isi kepala (otak ) Alexander Popovic. Setelah memasak otak dan bagian tubuh lainnya kedua pelaku juga memasukkan kepala Alexander Popovic ke dalam oven di apartemen di Desa Novena, Leningrad, Rusia.

Peristiwa mengerikan itupun akhirnya diketahui oleh kerabat korban yakni adik dari Alexander Popovic.

Adik Alexander Popovic menjelaskan bahwa saat ia masuk ke rumah kakaknya melalui jendela, ia mendapati rumah kakaknya itu sangat berantakan. Ia juga melihat sesuatu yang dipenuhi darah serta terbungkus selimut.

Baca :Ini 5 Kanibal paling berbahaya di dunia, bisa bikin Anda muntah

Melihat hal itu, adik Alexander pun merasa sangat panik dan langsung menghubungi tetangga. Ia dan tetangganya langsung mendobrak pintu rumah Alexsander Popovic.

Namun hal mengejutkan pun terjadi, mereka mengetahui dan menyadari bahwa selimut yang berlumuran darah itu adalah jenazah dari Alexander Popovic.

Pada jenazah Alexander Popovic ditemukan luka akibat hantaman kapak di dada korban serta sebagian organ dalamnya juga hilang. Mereka pun langsung menghubungi kantor polisi terdekat hingga polisi datang dan langsung melakukan investigasi di TKP.

Dari hasil investigasi polisi, kedua pelaku yang masih berusia muda itu ditangkap dan diketahui para pelaku memakan korban akibat kelaparan.

Akibat kejadian tersebut, pelaku yang berusia 22 tahun itu dikenakan hukuman 15 tahun penjara karena kasus pembunuhan dan kasus mutilasi, dan juga 10 tahun penjara karena berhubungan seks dengan anak di bawah umur. Sedangkan pelaku berusia 12 tahun dibawa ke Centre for Underage Criminals, di Saint Petersburg.