Kembali Singgung Ulama, Ade Armando: Mereka Bangun Imej Sakral Sehingga Umat Terpaksa Tunduk Patuh

Terkini.id, JakartaDosen Universitas Indonesia (UI) sekaligus Pakar Ilmu Komunikasi, Ade Armando kembali melontarkan pernyataan yang mengundang kontroversi.

Kali ini, Ade melayangkan sindiran keras kepada ulama. Menurut Ade, para ulama selama ini membangun image atau citra sakral, sehingga umat terpaksa tunduk patuh kepada perintah mereka.

Pernyataan tersebut disampaikan Ade dalam video berjudul “Kita Tak Boleh Terlalu Percaya Pada Ulama” yang tayang di Cokro TV pada Sabtu, 27 November 2021.

Baca Juga: Bongkar Motif Ubedilah Badrun, Ade Armando: Dia Jahat Bahkan Busuk

Sesuai judulnya, Ade Armando mengawali video dengan menyatakan bahwa kita memang tak bisa lagi terlalu percaya dengan ulama.

“Berbagai peristiwa yang terjadi menunjukkan bahwa banyak ulama bermasalah,” ujar Ade, mengutip pemberitaan Law Justice.co, Minggu 28 November 2021.

Baca Juga: Sindir Muslim yang Doyan Mencaci Maki, Ulama: Mereka Mazhab Iblis

Dalam hal ini, Ade menyinggung soal tiga ulama ditangkap oleh Densus 88 Antiteror Polri atas kasus dugaan terorisme.

Selain itu, Ade juga menyinggung Bahar bin Smith yang baru saja keluar dari penjara dan langsung meneriakkan sumpah serapah.

“Dan ada banyak contoh lain betapa ulama tak bisa diandalkan. Padahal, selama ini banyak orang percaya bahwa ulama adalah sumber kebenaran,” pungkasnya.

Baca Juga: Sindir Muslim yang Doyan Mencaci Maki, Ulama: Mereka Mazhab Iblis

Bahkan, lanjut Ade Armando, ada anggapan bahwa yang berhak bicara soal agama hanyalah para ulama saja.

“Padahal, seperti yang tadi saya katakan, banyak ulama bermasalah. Apakah mereka pantas disebut sumber kebenaran?” ujarnya.

Lebih lanjut, Ade Armando lantas menegaskan bahwa agama adalah soal pengetahuan, dan ilmu pengetahuan memiliki karakter demokratis.

Atas dasar itu, ia menekankan bahwa siapa pun boleh berbicara tentang agama, bukan hanya para ulama.

“Tuhan menurunkan ayat-ayatnya untuk dipahami manusia. Tuhan tidak pernah mengatakan bahwa ayat-ayatNya itu diturunkan kepada ulama agar para ulama kemudian bicara pada rakyat biasa,” ucapnya.

Nantinya, kata Ade Armando, apa yang kita pelajari itu akan dipertanggungjawabkan masing-masing di hari akhir kelak.

Oleh sebab itu, menurut Ade, tidak ada pilihan lain, kita harus bertanggung jawab atas pilihan hidup sesuai dengan apa yang kita pelajari.

“Kita tidak bisa mengatakan bahwa saya mengambil pilihan ini karena ulama saya memerintahkan untuk mengambil pilihan ini,” ujarnya.

Ade pun mengingatkan bahwa jangan pernah memberikan kebenaran itu kepada ulama sebab bisa saja ada ulama busuk atau pengetahuannya terbatas.

Maka, kata Ade, kita patut curiga jika ada ulama yang mengatakan bahwa hanya ulama yang boleh bicara agama. Ade menduga bahwa kemungkinan ulama seperti ini takut jika otoritas mereka tergerus.

Pasalnya, menurut Ade, selama ini ulama berkuasa karena apa yang mereka katakan dianggap sebagai kebenaran.

“Mereka tidak biasa disanggah, mereka tidak biasa didebat. Mereka membangun image yang sakral sehingga umat terpaksa begitu saja tunduk patuh pada mereka,” tandasnya.

Bagikan