Kembangkan Pariwisata, Pemda Bulukumba Jalin Kerjasama dengan Selayar

Pemda Bulukumba melakukan penandatanganan kerjasama dengan Pemda Kepulauan Selayar di bidang pariwisata, Kamis 13 September 2018.

Terkini.id, – Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Dinas Pariwisata terus berupaya agar jumlah wisatawan ke daerah ini dapat meningkat, apalagi sehubungan dengan dijadikannya Kabupaten Bulukumba sebagai destinasi wisata nasional.

Demi perkembangan pariwisata di daerah yang berjuluk Butta Panrita Kopi ini, Bupati Bulukumba, AM Sukri A Sappewali melakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama Pemerintah Kabupaten Selayar, yang dilakukan langsung oleh Bupati Selayar, Basli Ali.

Penandatanganan MoU ini disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman bersama ratusan masyarakat pada acara Gala Dinner Festival Pinisi 9, di Pantai Tanjung Bira, Kamis 13 September 2018 malam.

Bupati AM Sukri Sappewali dalam sambutannya  mengatakan bukan lagi jamannya melakukan persaingan dengan daerah lain, tapi yang dibutuhkan adalah kolaborasi antar daerah untuk membangun dan memajukan daerah, khususnya pada sektor pariwisata karena kedua daerah ini memiliki karakteristik yang sama.

“Kita Bulukumba serumpun dengan Selayar. Jadi tidak mungkin kita akan bermusuhan, justru kita harus berkolaborasi,”ujar Sukri.

Sementara Bupati Kepulauan Selayar, Muh Basli Ali dalam sambutannya mengaku momentum tersebut sangat membahagiakan dan membanggakan dengan adanya penandatanganan kerjasama tersebut. Kenapa membanggakan, karena Bulukumba kata Basli Ali sudah lebih dulu menggeliat di bidang pariwisata.

Baca :Evakuasi Korban KM Lestari Maju Terus Dilakukan

“Tentu ini (kerjasama) akan membantu Kabupaten Kepulauan Selayar dalam pengembangkan pariwisatanya. Kami sangat berbangga menjalin kerjasama dengan saudara tua kami,” ungkapnya.

Dikatakannya potensi pariwisata Kepulauan Selayar juga sangat menjanjikan, ada 124 destinasi wisata ditambah dengan 40 atraksi budaya. Menurutnya potensi itu menjadi modal Kepulauan Selayar, sehingga saat ini pun pihaknya sudah mendapat perhatian dari pemerintah pusat.

“Karena kami memiliki kemampuan terbatas untuk membangun sektor pariwisata ini, makanya harus pintar mencuri perhatian pusat,” bebernya.

Salah satu kendala utama sektor pariwisata Bulukumba dan Selayar saat ini, tambah Basli Ali adalah aspek transportasi. Menurutnya Bulukumba harus memiliki bandara, oleh karena para wisatawan itu rata-rata orang sibuk sehingga jika mereka harus menempuh perjalanan 4 sampai 5 jam, maka mereka akan mempertimbangkan untuk datang.

Senada disampaikan Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman, isu transportasi yang memakan waktu 4 hingga 5 jam itu menjadi kendala dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Hal ini tentu akan menjadi perhatian pemerintah Provinsi bagaimana bandara bisa dihadirkan di Bulukumba.

Baca :Bulukumba Tuan Rumah Musda HMI Badko Sulselbar, Momentum Promosi Pariwisata

“Memang kuota bandara yang menjadi kebijakan Kementerian Perhubungan saat ini sudah ditutup, namun masih memungkinkan adanya opsi lain, misalnya dikonversi menjadi bandara wisata,” pungkas pendamping Nurdin Abdullah ini.