Kenali 7 Penyebab Ibu Hamil Melahirkan Prematur

Penyebab Ibu Hamil Melahirkan Bayi Prematur
Penyebab Ibu Hamil Melahirkan Bayi Prematur

Terkini.id, – Melahirkan bayi prematur bukanlah keinginan seorang ibu, namun jika hal itu terjadi yang bisa dilakukan berupaya menjaga bayinya agar dapat hidup layaknya bayi yang dilahirkan sesuai umurnya.

Seorang ibu melahirkan normal ketika kehamilannya telah memasuki periode 37-41 minggu dihitung mulai dari hari pertama periode haid terakhir.

Bila ibu melahirkan di bawah periode tersebut maka kelahiran seorang bayi dianggap prematur atau terjadi lebih cepat.

Kelahiran bayi prematur akan berhubungan dengan berat badan lahir yang rendah (low birth weight). Sehingga bayi prematur membutuhkan perawatan khusus yang tepat dan seksama agar perkembangannya bisa optimal.

Berat bayi yang dilahirkan prematur kurang dari 2500 gram ketika lahir, beberapa bayi yang memiliki berat badan lahir rendah belum tentu dilahirkan prematur.

Menarik untuk Anda:

Adapun penyebab bayi prematur sebagian tidak diketahui dengan jelas, namun ada beberapa gangguan pada ibu hamil yang menjadi penyebab bayi prematur bisa diketahui.

Dr Gilberto R Pereira, ahli perinatalogi terkemuka dan professor emeritus di University of Pennsylvania School of Medicine menjelaskan, ada beberapa hal yang menyebabkan bayi lahir secara prematur, melansir dari Okezone

1. Pre-Eclampsia/Eclampsia

Komplikasi kehamilan ini disebut penyakit kehamilan yang berpotensi berbahaya. Kondisi ini ditandai dengan tekanan darah tinggi pada ibu hamil.

Pre-Eclampsia biasanya dimulai setelah usia kehamilan berumur 20 minggu.

Ciri dan gejalanya adalah pembengkakan di kaki yang tak kunjung sembuh dan retensi air mungkin terjadi namun sulit membedakan dari kehamilan normal.

Penyakit kehamilan ini dapat menyebabkan komplikasi serius dan bahkan fatal bagi ibu dan bayi. Jika tidak tertangani ibu hamil bisa sampai kejang-kejang.

Sehingga membutuhkan pertimbangan risiko lahir prematur dibandingkan dengan risiko gejala pre eclampsia berkelanjutan.

2. Placenta Previa

Keadaan kehamilan dengan letak plasenta menutupi jalan lahir yang berisiko tinggi sehingga bayi terpaksa dilahirkan secara prematur dengan operasi Caesar.

Gejala utama placenta previa adalah perdarahan vagina tanpa rasa sakit selama paruh kedua kehamilan yang dapat menyebabkan perdarahan hebat sebelum atau selama persalinan.

3. Fetal Growth Retardation

Kondisi dimana pertumbuhan bayi mengalami gangguan sehingga berat badan tidak normal selama kehamilan. Pertumbuhan bayi lambat sehingga harus dikeluarkan dari kandungan atau rahim ibu.

Penyebab terhambatnya pertumbuhan bayi dalam kandungan dapat disebabkan karena kelainan plasenta, tekanan darah tinggi pada ibu hamil, infeksi atau karena merokok dan penyalahgunaan alkohol.

4. Infesction/ Chorio Amnionitis

Bayi bisa dilahirkan prematur ketika ibu mengalami infeksi pada selaput pembungkus bayi atau ketuban. Cairan ketuban terinfeksi oleh bakteri yang menginfeksi lapisan membran luar (chorion), kantung cairan (amnion) dan cairan ketuban yang mengelilingi janin.

Keadaan ini ditandai dengan gejala-gejala seperti ibu mengalami demam, jantung berdebar, berkeringat, rahim menjadi lebih lunak jika disentuh, keputihan yang berbau dan perut terasa sakit.

Penyebabnya terjadi ketika ketuban pecah sebelum waktunya bayi untuk lahir dan menginfeksi cairan ketuban sehingga membuat bayi dilahirkan prematur.

5. Multiple Gestation

Ibu hamil mengandung bayi kembar dan rahim ibu tidak bisa menampung sekaligus sehingga dapat terjadi persalinan secara prematur.

6. Poly Hydramnios/ Fetal Malformation

Kondisi dimana terjadi penumpukan air ketuban yang berlebihan selama masa kehamilan sehingga dapat menyebabkan bayi lahir secara prematur.

7. Uterine Abormalities

Kondisi rahim memiliki bentuk yang tidak normal seperti rahim yang lebih sempit dibandingkan dengan rahim yang normal sehingga bayi tidak memiliki ruang yang cukup untuk tumbuh di dalam rahim.

Kondisi seperti ini dapat memicu bayi mengalami kelahiran secara prematur.

Kelahiran prematur tidak dapat dicegah, namum ibu hamil dapat menghindari dengan cara merawat kehamilan dengan baik. Ibu hamil juga dianjurkan untuk menghindari asap rokok, polusi udara dan meningkatkan asupan vitamin dan gizi selama proses kehamilan.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Tips Mengatasi Anak Remaja Suka Melawan Orang Tua

Intips Perawatan Skincare Anti Aging untuk Cegah Penuaan Dini

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar