Masuk

Kendalikan Inflasi di Daerah, Pemkot Palopo Pantau Harga Elpiji hingga Stok BBM

Komentar

Terkini.id, Palopo – Wali kota Palopo, Drs. H.M. Judas Amir, MH, menghadiri High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Palopo, di Ruang pertemuan Ratona Lt.II Kantor Wali Kota Palopo, Kamis 3 November 2022. 

Sekretaris Daerah Kota Palopo, Drs. Firmanza DP. SH. M.Si, dalam pemaparannya menekankan terkait situasi saat ini, isu inflasi adalah isu nasional, dan arahan bapak Presiden tentang bagaimana kita segera mengendalikan inflasi baik di pusat maupun daerah.

“Paling penting menjadi perhatian adalah bagaimana kita mengendalikan inflasi ini di daerah,” jelasnya.

Baca Juga: Resmi Dilantik, Ini Pesan Wali Kota Palopo Judas Amir Kepada Para Anggota PPS yang Terpilih

“Tujuan di adakan kegiatan ini adalah yang pertama tentunya memantau tingkat inflasi Kota Palopo, ke dua memantau pasokan BBM Pertamina, guna ketersediaan stok dan kelancaran distribusi BBM dan gas LPG. 

Karena erat kaitannya dengan inflasi, serta yang ke tiga memantau ketersediaan stok bahan pangan bulog, terutama dengan mnjelang natalan dan tahun baru, tentunya permintaan cukup tinggi, sehingga kita berharap ketersediaan stok pangan kita ini tetap terjaga. “ paparnya.

“Kemudian monitoring harga dan ketersediaan stok dan bahan pokok, serta kelancaran distribusi barang dan komunikasi yang efektif. “ tambahnya.

Baca Juga: Ini Arti Tema Hari Jadi Ke-755 Luwu Menurut Judas Amir

Wadah TPID Adalah wadah untuk saling bekerjasama untuk mencari solusi terhadap masalah itu terjadi, dan TPID ini adalah wadah yang kita bicarakan hal-hal yang biasa terjadi inflasi di lapangan. 

Selanjutnya, Walikota Palopo beliau menghimbau bahwa agar selalu saling mendukung dan bekerjasama tentang Permasalahan inflasi, “Jangan membuat masyarakat panik upayakan masyarakat tetap tenang, jangan sampai menimbun dan menahan harga, Aktifkan TPID, Aktifkan Satgas Pangan, BBM Subsidi tepat Sasaran Ke Masyarakat yang tidak Mampu, Laksanakan gerakan Penghematan Energi, Gerakan Tanam Pangan Cepat Panen, Laksanakan Kerjasama antar Daerah, Intensifkan Jaringan Sosial, Serta Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia (BI) Provinsi, dan umumkan angka inflasi hingga Kab/Kota.” Jelasnya