Kepala OJK Sulampua: Banyak Pedagang Jadi Korban Rentenir di Pasar-pasar

Terkini.id, Makassar – Di tengah gencarnya upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memacu akses keuangan, masih banyak kalangan masyarakat khususnya di pasar-pasar yang belum memanfaatkan layanan perbankan.

Alih-alih memanfaatkan layanan pembiayaan dari bank, masih banyak pedagang yang menggunakan jasa rentenir dengan bunga yang sangat mahal.

Hal itu diungkapkan Kepala OJK Sulawesi Maluku Papua (Sulampua) Zulmi, di sela-sela kegiatan Workshop Penguatan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Se-Sulselbar di Hotel Singgasana, Selasa 5 Maret 2019.

Zulmi mengungkapkan, pihaknya baru saja melakukan pertemuan dengan pelaku pasar dan dinas pemerintah yang terkait.

“Ada sekitar 18 ribu pelaku usaha di tiga pasar yang sempat kita data. Sebagian besar ternyata masih menggunakan jasa rentenir,” terang dia.

Pedagang Pasar Jadi Korban Rentenir

Kepala OJK Regional 6 Zulmi (kiri)

Dia menyebutkan, masih banyaknya pedagang yang menggunakan jasa rentenir, bisa jadi karena mereka terbiasa dengan proses pencairan dana yang mudah dan cepat.

“Padahal bunganya sangat tinggi. Bisa sampai di atas 30 persen. Bisa 3 persen per hari atau bahkan 5 persen per hari,” kata dia.

Pinjam Rp 500 Ribu, Kembalikan Rp 550 Ribu

Lebih jelasnya, pedagang rupanya lebih suka pinjam modal Rp 500 ribu untuk beli bahan jualan seperti sayuran saat pagi, lalu dikembalikan ke rentenir Rp 550 ribu saat sore.

“Itu mungkin mudah, praktis. Tapi kalau mereka sadari, itu mahal. Padahal seharusnya mereka bisa mendapat pinjaman modal lebih tinggi, kemudian untungnya lebih besar juga,” katanya.

Menurut dia, praktik rentenir yang melanda pedagang-pedagang pasar, itu bisa menurunkan semangat usaha para pedagang.

Peran TPAKD

Dari kegiatan tersebut, OJK terus mendorong pihak pemerintah yang tergabung dalam Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) untuk terus mendorong peningkatan inklusi keuangan dan penyediaan akses keuangan bagi UMKM dan masyarakat kecil di daerah terpencil.

“Pemerintah bisa memfasilitasi dengan penyediaan KUR, MEKAAR dan UMi, pemberdayaan BUMDes, dan revitalisasi peran TPAKD,” terang dia lagi.

Kegiatan tersebut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Sulawesi Selatan (Sulsel), Ashari Fakhsirie Radjamilo, serta para pejabat di Dinas UMKM, Perikanan, Perindustrian, Pariwisata Perdagangan, serta Pertanian dan Badan Pemberdayaan Masyarakat.

Komentar

Rekomendasi

Berita Lainnya

Mandiri, AXA Mandiri dan KemenBUMN Sediakan Proteksi Jiwa Rp 1 T untuk 35.000 Tenaga Medis

Pedagang Bakso dan Pekerja Lain di Sektor Ini Mendapat Rp 880 Ribu Per Bulan

Bank Sulselbar Perbanyak Loket dan Gratiskan Biaya ATM Demi Cegah Covid-19

Benarkah Kredit di Bank dan Leasing Bisa Ditunda? Begini Penjelasan Rinci OJK

Stabilkan Pasar Saham, OJK Bolehkan Perusahaan Tunda RUPS Tahunan dan Laporan Keuangan 2019

Kredit Macet Menghantui di Tengah Wabah Corona, OJK Longgarkan Kredit untuk Debitur

BI Gelontorkan Rp 300 Triliun untuk Selamatkan Rupiah

Gandeng PT PNM, Bank Sulselbar Pacu Bisnis Ultra Mikro

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar