Makassar Terkini
Masuk

Kepala Sekretariat dan Bendahara Bawaslu Kabupaten Kaur Bengkulu Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Korupsi

Terkini.id, Jakarta – Kejaksaan Negeri Kaur, Bengkulu telah resmi menetapkan kepala Sekretariat yang berinisial (RD) dan bendahara yang berinisial (SA) Bawaslu Kabupaten Kaur Bengkulu, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi.

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pidana korupsi penyalahgunaan anggaran sosialisasi dan pengadaan alat kantor Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) pada Bawaslu di Kabupaten Kaur, Bengkulu.

Dikutip dari Antara, Minggu 15 Mei 2022, Ristianti Andriani selaku kepala seksi penerangan hukum kejaksaan tinggi Bengkulu mengatakan Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kaur sudah memanggil dan memeriksa sejumlah saksi sebelum menetapkan RD dan SA sebagai tersangka.

Menurutnya kasus ini berawal dari laporan warga mengenaipenggunaan anggaran APBN 2018/2019 oleh Bawaslu Kaur.

Setelah diperiksa, RD dan SA dinilai melanggar sejumlah Pasal mengenai korupsi baik dalam Undang-Undang tindak Pidana Korupsi maupun KUHP.

Saat dilakukan pemeriksaan, diketahui bahwa keduanya melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 ayat (1) KUHP.

Kemudian, Pasal 3 undang-undang nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP.

Serta pasal 9 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP.

“Kami berupaya untuk terus melakukan upaya hukum terhadap siapa saja yang melakukan perbuatan melawan hukum serta dapat merugikan negara,” ujar Ristianti.

Ristianti sendiri belum membeberkan berapa jumlah kerugian Negara yang ditimbulkan atas kasus korupsi tersebut karena masih dalam proses perhitungan oleh Kejaksaan Negeri Kaur.