Kepulauan Pangkep sasaran penjualan sepeda motor bodong dari NTB dan Jatim

Kapolres Pangkep, AKBP Bambang Wijanarko memeriksa sepeda motor yang diamankan dari pulau

TERKINI.id, PANGKEP – Bukan hal aneh jika anda ke wilayah kepulauan Pangkep dan melihat kendaraan bermotor roda dua dengan nomor polisi dari luar Sulawesi Selatan. Plat nopol sepeda motor seperti EA dan DR dari wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat, atau AE dari wilayah Jawa Timur berseliweran aman di pulau.

Kurangnya personil kepolisian serta kondisi geografis kepulauan menyebabkan nyaris tidak pernah ada razia lalu lintas. Keabsahan surat-surat kepemilikan maupun pajak dari sepeda motor di pulau juga tidak jelas.

Padahal dari penyitaan sebanyak 28 sepeda motor dari pulau Sailus, Kecamatan Liukang Tangaya yang dilakukan oleh polisi, diketahui sepeda motor ini adalah barang bukti kejahatan yang dijual murah kepada warga pulau. Harganya antara Rp2,5 juta sampai Rp7juta. Jelang pergantian tahun lalu, polisi juga mengamankan sepuluh unit sepeda motor dari Pulau Balang Lompo.

Sepeda motor yang berdar di pulau diduga hasil kejahatan curanmor dan penggelapan leasing.

“Wilayah pulau sasaran penjualan motor curian. Jumlah polisi terbatas menjadi peluang bagi pelaku kejahatan. Masyarakat juga ikut memanfaatkan situasi ini, karena tidak pernah ada razia mereka pikir pasti aman beli sepeda motor tanpa surat,” kata Kapolres Pangkep, AKBP Bambang Wijanarko, Selasa, 9 Januari 2017.

Baca :Curi motor di Makassar, di jual di Luwu

“Harga jualnya antara Rp2,5 juta untuk yang tidak punya surat, kalau harga segitu ini biasanya hasil curanmor sampai harga Rp7juta yang punya STNK. Kalau punya STNK itu hasil penggelapan leasing,” lanjutnya.

Bambang mengatakan, tak mudah bagi anggotanya menyita seluruh sepeda motor. Di Pulau Sailus, warga yang merasa sudah membeli dan menguasai sepeda motor enggan menyerahkan kepada polisi. Sekadar memeriksa kelengkapan surat sepeda motor saja, warga menolak.

“Kita lakukan upaya paksa memeriksa kelengkapan suratnya, warga melawan. Malah memaksa naik ke kapal untuk mengambil sepeda motor yang sudah diamankan. Masih banyak yang mau diambil, tapi kita tunggu situasinya lebih kondusif,” ucap Bambang.

Soal dugaan ada oknum aparat yang memudahkan masuknya sepeda motor hasil kejahatan ke wilayah pulau, Bambang berjanji akan memproses hukum. “Kami juga sedang penyelidikan jalur masuknya sepeda motor hasil kejahatan ini ke pulau. Kalau ada aparat yang bekingi, saya akan proses hukum,” tegasnya.