Keras, Anwar Abbas Minta Kemenag Dibubarkan Saja: Mudaratnya Lebih Besar dan Bikin Gaduh

Terkini.id, Jakarta — Tokoh Muhammadiyah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas kembali menyampaikan kritik ke Kementerian Agama.

Kali ini, Anwar menegaskan bahwa kritikannya itu dia sampaikan dalam kapasitas pribadi, sebagai pengamat sosial ekonomi dan keagamaan. Bukan sebagai tokoh MUI maupun Muhammadiyah.

Kritik tersebut muncul lantaran pernyataan kritik Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang menyebut bahwa kementerian agama bukan hadiah negara untuk umat islam tapi adalah hadiah negara spesifik untuk NU.

Baca Juga: Perbedaan Pandangan soal Reuni 212 di Internal MUI

Dalam catatannya tersebut, Anwar Abbas menekankan bahwa tanggapannya ini bersifat pribadi bukan atas nama MUI atau Muhammadiyah. 

Melansir dari hajinews, berikut pernyataan Anwar Abbas:

Baca Juga: Didesak Mundur dari MUI, Anwar Abbas: Baguslah Kalau Saya Dipecat

Menteri agama Yaqut Cholil Qoumas menyatakan bahwa kementerian agama bukan hadiah negara untuk umat islam tapi adalah hadiah negara spesifik untuk NU.

Oleh karena itu adalah wajar kata menteri agama kalau NU memanfaatkan peluang2 yang ada di kemenag tersebut. Pernyataan ini tentu sangat2 kita sayangkan karena tidak menghargai kelompok dan elemen umat dan masyarakat lainnya.

Tetapi ada jugalah bagusnya kehadiran dari pernyataan ini karena dengan adanya pernyataan tersebut menjadi terang benderanglah bagi kita semua warga bangsa mengapa para pejabat di kemenag dan bahkan.juga para pegawainya dari atas sampai ke bawah serta juga rektor2 UIN dan IAIN di seluruh indonesia nyaris semuanya di pegang dan diisi oleh orang NU. Apalagi kalau fakta dan fenomena ini kita kaitkan dengan pernyataan said agil siradj ketua umum PB NU yang menyatakan jabatan agama kalau tidak dipegang oleh NU maka bakal salah semua.

Baca Juga: Didesak Mundur dari MUI, Anwar Abbas: Baguslah Kalau Saya Dipecat

Cara berfikir dan cara pandang seperti ini kalau kita kaitkan dengan masalah kebangsaan dan pengelolaan negara tentu jelas sangat naif dan tidak mencerminkan akal sehat. Semestinya sebagai seorang menteri dan pemimpin umat mereka lebih mencerminkan dan mengedepankan sikap arif serta bersikap dan bertindak sebagai negarawan.

Tetapi kita lihat sang menteri dan sang tokoh tersebut lebih mencerminkan sikap sebagai seorang politisi dan lebih menonjolkan ananiyah hizbiyyahnya dimana mereka lebih mengedepankan kepentingan partai serta kelompoknya dan mengabaikan serta tidak memperhatikan kepentingan kelompok serta elemen umat dan masyarakat lainnya.

Oleh karena itu kalau sebuah lembaga negara seperti kementrian agama ini diperlakukan dengan cara pandang dan tindak seperti ini maka tentu jelas tidak bisa kita terima.

Dan kalau seandainya cara pandang seperti ini tetap terus dilanjutkan dan dipertahankan serta dibela oleh pemerintah dan partai politik yang ada di negeri ini maka saya minta kementrian agama lebih baik dibubarkan saja karena akan membuat gaduh dimana mudaratnya pasti akan jauh lebih besar dari manfaatnya karena manfaatnya hanya akan dirasakan oleh orang2 dari NU saja dan tidak oleh lainnya. Hal seperti ini sebagai warga bangsa tentu jelas tidak bisa bisa kita terima. Tks.

Anwar abbas

Pengamat sosial ekonomi dan keagamaan

Note :

saya bicara atas nama pribadi dan pengamat bukan atas nama muhammadiyah dan MUI. Ini perlu saya sampaikan sebagai rasa keprihatinan dan tanggung jawab saya terhadap persatuan dan kesatuan serta kemajuan bangsa

Bagikan