Keras! RG Sebut Jokowi Sudah Melemahkan Demokrasi: Pemerintah Gagal Hasilkan Demokrasi

Terkini.id, Jakarta – Pengamat politik Rocky Gerung (RG) menyebut pemerintah telah gagal dalam menjalankan amanat sebagai negara demokrasi.

Hal itu diungkap oleh RG saat melakukan bedah buku berjudul Lepaskan Borgol Demokrasi karya Rizal Fadillah.

Dalam narasinya, RG mengatakan bahwa pemerintah telah gagal dalam menghasilkan demokrasi dalam sisi kritikan.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Rumah Sakit Modern di Daerah, Presiden Jokowi: Jangan...

“Setiap kali kita bicara demokrasi apalagi dalam bentuk kritik itu artinya pemerintah gagal menghasilkan demokrasi,” ujar RG dikutip terkini.id dari Isu Bogor via Benteng Sumbar, Kamis, 12 Agustus 2021.

Ia juga membantah narasi yang mengatakan bahwa Presiden Jokowi telah membangun iklim demokrasi.

Baca Juga: Geram Ditekan Untuk Cabut Perkara, Deolipa Yumara: Saya Pengacara Merah...

“Yang selalu kita ingat Presiden Jokowi ini sering dianggap sedang membangun demokrasi, itu salah,” ungkapnya.

RG menjelaskan bahwa demokrasi sudah ada jauh dari datangnya seorang Jokowi.

Dengan begitu, menilai kondisi yang ada saat ini, RG mengatakan bahwa Jokowi telah melemahkan demokrasi dengan cara ‘memborgol’ demokrasi itu sendiri.

Baca Juga: Geram Ditekan Untuk Cabut Perkara, Deolipa Yumara: Saya Pengacara Merah...

“Jadi, dia (Jokowi) sering melemahkan demokrasi dengan cara memborgol demokrasi,” tuturnya.

“Kalau borgol itu kita lepas, kita buang. Kita akan pake untuk memborgol dia,” jelasnya.

Ia kemudian menjelaskan bahwa buku karya Rizal tersebut merupakan cerminan dari pemerintah. Demokrasi menurut RG akan terbentuk jika ada pertukaran akal sehat di dalamnya.

“Nah buku Rizal ini cerminan dari pemerintah akal karena dia menulis kritik, jadi begitu sebetulnya demokrasi kita hasilkan kalau ada pertukaran akal sehat.

“Itu intinya dari awal dibuat pertama kali, itu memang inti dari demokrasi adalah pemerintahan akal melalui pemerintahan orang,” tambahnya.

Ia lalu menjelaskan bahwa apabila negara ingin mengharapkan keadilan dan kemakmuran, maka diperlukan kemampuan untuk berpikir tajam dan mendalam.

“Karena untuk menghasilkan keadilan, kemakmuran, diperlukan kemampuan untuk berpikir tajam dan mendalam. Itu yang gak ada di kita hari-hari ini,” pungkasnya.

Bagikan