Keren, Menteri LHK Resmi Melantik Alumni Forest Ranger Pertama sebagai Pejabat Eselon II

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan
Usai pelantikan, Menteri LHK memberikan ucapan selamat kepada Dr. Hanif F. Nurofiq (Foto : Istimewa)

Terkini.id, Jakarta – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr. Ir. Siti Nurbaya, M.Sc melantik Dr. Hanif Faisol Nurofiq sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL) di Gedung Manggala Wanabakti Jakarta pagi ini. Prosesi pelantikan tetap memperhatikan protokol kesehatan berkaitan dengan masih merebaknya virus Corona atau COVID-19 di Indonesia.

Pelantikan tersebut didasarkan setelah beliau dinyatakan berkompeten dan lulus seleksi uji kompetensi untuk mengisi jabatan pimpinan tinggi pratama di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang diumumkan pada 30 Juli 2020.

Dr. Hanif Faisal Nurofiq (kanan) bersama 2 orang pejabat yang baru dilantik (Foto : Istimewa)

Sebagaimana diketahui bahwa sebelum dilantik menjadi Sekretaris Direktorat Jenderal PKTL, Hanif menjabat sebagai Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan periode Oktober 2016 hingga Juli 2020. Beliau juga sempat dipercaya sebagai Wakil Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kalsel dan Plt Kepala BPBD Kalsel.

Hanif merupakan salah satu alumni terbaik Forest Ranger Schoool atau Wira Wana Angkatan I, sebuah sekolah kedinasan Departemen Kehutanan (sekarang KLHK) yang digagas oleh Menteri Kehutanan Ir. Hasjrul Harahap pada Kabinet Pembangunan V.

Prestasi Hanif di Kalsel yang sangat menonjol diantaranya adalah sebagai penggagas: Gerakan Revolusi Hijau, Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia, Pusat Pemasaran Hasil Hutan serta pengendalian kebakaran gambut melalui metode perendaman.

Menarik untuk Anda:

Pada saat Presiden Joko Widodo memimpin rapat penanggulangan Karhutla di Istana Negara 2019 lalu, presiden mengatakan program penghijauan di Kalsel layak untuk dijadikan contoh bagi daerah-daerah lain di Indonesia.

Menteri LHK dalam setiap kunjungan kerjanya ke Kalsel selalu mengapresiasi Gerakan Revolusi Hijau yang sudah dilaksanakan. Terbukti, dengan adanya gerakan revolusi hijau terjadi peningkatan penanaman pada lahan kritis, dari yang sebelumnya hanya berkisar di angka 2.000 an Ha per tahun, kini luasan penanamannya sudah hampir menjadi 30.000-an Ha per tahun. Saat  ini Revolusi Hijau Kalsel juga menjadi model rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) Nasional.

Tidak hanya itu, Hanif juga berjasa dalam pembangunan daerah. Lewat tangan dinginnya, Hanif berhasil menyulap wajah Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam menjadi sangat mempesona dan menjadikannya sebagai obyek ekowisata unggulan Kalsel. Melalui Tahura SA, penerimaan retribusi daerah meningkat berkali-kali lipat, dari yang hanya kurang 200 juta, menjadi 1 milyar per tahun.

Hanif berharap penugasannya ke Kementerian LHK ini dapat menjadi semangat baru untuk berbuat yang lebih baik demi bangsa dan negara, terlebih untuk pembangunan kehutanan dan lingkungan hidup di Indonesia, karena di Kementerian LHK, cakupan wilayah kerjanya menjadi lebih luas yakni seluruh Indonesia.

“Tentunya ini sebuah amanah yang harus kita laksanakan, bahwa sebagai abdi negara kita harus siap mengabdi, kapanpun dan dimanapun ditugaskan, termasuk di sini (Kemen LHK, Jakarta),”ujar Hanif. (MT)

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Tanggap Covid-19, Mahasiswa KKN UMI Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Dusun Paccikombaja Pangkep

PC PM Anggap Deklarasi Paslon Atas Nama AMM Sangat Mencedera

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar