Keren, Pemuda Jeneponto jadi pembicara di forum Internasional

Sapriadi Saleh saat memaparkan di forum internasional 3rd International Conference on Public Health (ICOPH) berlansung di Kuala Lumpur, Malaysia/Syarief

TERKINI.id, JENEPONTO -Putra Putri tangguh Jeneponto menjadi pembicara di forum internasional 3rd International Conference on Public Health (ICOPH) berlansung di Kuala Lumpur, Malaysia.

Di acara yang digelar sejak Kamis-Sabtu, 2729 Juli 2017 itu, dua perwakilan dari Jeneponto yakni Sapriadi Saleh dan Syahridha berkesempatan memaparkan makalahnya didepan 250 peserta dari perwakilan 35 negara diantaranya Indonesia, Malaysia, Thailand, Jepang, India, Srilanka, Pakistan, China dan 242 negara lainnya.

Sapriadi Saleh seorang dosen STIK Famika Makassar, yang saat ini berjuang untuk menyelesaikan S3-nya di Universitas Negeri Makassar (UNM), berkesempatan memaparkan makalah yang berjudul “The influence of Selfcare Group towards confidance of lepars in Jeneponto regency.

” Saya mengangkat tema tentang penyakit kusta dan keberadaan salah satu kelompok yang peduli dengan penyakit ini, dimana penyakit ini adalah salah satu penyakit menular yang dapat mengakibatkan cacat fisik,”ujar Sapriadi Melalui pesan Whatsappnya, Jumat, 28 Juli 2017 Pagi

Namun, menurutnya masih banyak masyarakat salah persepsi tentang penyakit ini, dianggap sebagai penyakit keturunan dan kutukan yang memalukan, sehingga sebagian besar penderita malu untuk berobat di akibatkan terjadinya stigmanisasi. begitupun dengan masyarakat yang masih banyak mendiskriminasikan keberadaan mereka, sehingga yang terjadi adalah penderita baru datang berobat saat telah mengalami cacat fisik,”ungkapnya

Sebelumnya Sapriadi telah membina salah satu kelompok peduli TB di Kecamatan Bontoramba Jeneponto. Kelompok perawatan diri Baji Minasa itu merupakan kelompok peduli terhadap penderita dan mantan penderita penyakit kusta, yang baru-baru ini telah memberikan pelatihan kerajinan tangan bagi penderita dan mantan penderita kusta,”jelasnya

Dari hasil penelitiannya menunjukkan bahwa keberadaan kelompok tersebut sangat berkonstribusi dalam meningkatkan kepercayaan penderita, terlihat dengan hadirnya penderita ke puskesmas memeriksakan kondisinya.

“Nah kalau semua puskesmas memiliki kelompok perawatan diri saya berkeyakinan penyakit kusta dapat dieliminasi dengan cepat,”kata Sapriadi.

Sedangkan Syahridha salah seorang perawat di Puskesmas Bontoramba, sebagai Kepala Ssr TB-HIV Care Aisyiyah Jeneponto, Pada forum internasional ini menpresentasikan judul makalahnya yang berjudul ” Partnership of caders TB-HIV Care Aisyiyah to increase finding rate tuberculosis in Jeneponto”.

Syahridha akan memaparkan keberadaan kader TB-HIV Care Aisyiyah Jeneponto dalam membantu menanggulangi penyakit Tb di Jeneponto.

Berita Terkait
Komentar
Terkini