Kerenisme, Membantu Membangun Negeri Tanpa Pamrih

Terkini.id, – Manusia adalah mahluk sosial yang terhubung satu sama lain. Tak ada manusia yang bisa hidup sendiri tanpa harus terhubung dengan yang lainnya.

Dijaman milenial, kelompok atau organisasi sosial semakin marak tumbuh di kota maupun di pelosok-pelosok daerah demi membantu masyarakat yang masih kekurangan.

Fitrah manusia pada dasarnya adalah membantu manusia lainnya, dalam Islam disebut Hablumminannas (hubungan baik dengan sesama manusia).

KERENISME yang berasal dari kata KEREN IS ME yang berarti “keren adalah aku” adalah salah satu organisasi sosial yang bergerak dibidang kemanusiaan yang berpusat di Kabupaten Bulukumba.

Andi Muhaimin Al Amanah adalah pendiri dari Organisasi Sosial tersebut, Kerenisme didirikan pada tanggal 12 Desember 2015.

Awal Kerenisme didirikan karena rasa simpati dan empati Andi Imien kepada banyaknya masyarakat Di Bulukumba yang kurang mampu dan membutuhkan bantuan, ia merasa belum memberikan apa-apa kepada kampung halamannya, dan sebagai putra daerah ia memiliki rasa tanggungjawab yang besar untuk membantu masyarakat yang lain.

” Apa yang bisa saya berikan dan persembahkan kepada kampung halamanku, saya merasa belum memberikan apa-apa, padahal Bulukumba adalah kampung tempat saya dibesarkan, ” ujar Imien yang juga kerap disapa Imien Damai.

Bapak dua anak ini menceritakan tentang awal berdirinya organisasi ini sangat sulit mendapatkan anggota yang secara sukarela mau menyisihkan waktu untuk membantu orang lain.

Imien mengatakan bahwa banyak orang yang peduli tapi untuk berkorban menyisihkan waktu membantu orang lain sangat kurang, maka dengan berbekal niat yang tulus dan iklas ia tetap berjuang sampai sekarang.

Dan dengan niat yang tulus dan iklas akhirnya beberapa orang mulai bergabung, dan sekarang sudah memiliki cabang di Gowa dan Makassar.

Hal yang sulit menurut Imien adalah kepercayaan dalam pengelolaan dana oleh para donatur, serta kendaraan operasional dalam menyalurkan bantuan, selain itu juga keluarga dari korban yang dibantu seringkali komplain pada saat keluarganya mau dibantu, padahal kenyataan dilapangan mengatakan bahwa sudah puluhan tahun keluarga dari warga tersebut dalam keadaan yang miris.

Dan kejadian yang paling menegangkan pernah dialami anggota yang dikejar parang oleh keluarga warga yang ingin dibantu,serta makian lewat Whats Up oleh keluarga korban.

Imien mengaku sangat sering mendapat makian oleh keluarga korban, tapi ia selalu berusaha dengan kepala dingin menghadapinya, karena jika tidak, maka ia akan menjadi sebuah masalah, padahal tujuan organisasi ini adalah baik.

Andi Imien juga sempat berkaca-kaca pada saat ia menceritakan warga yang pernah ia bantu, keadaannya betul-betul sangat miris, kondisi tempat tinggal dengan atap yang bocor serta bangunan yang tidak layak huni.

Tidak bisa dipungkiri setiap anggota yang biasanya ikut serta menyalurkan bantuan,selalu berlinang air mata haru.

Dan sudah tidak terhitung jumlah masyarakat dan mesjid yang dibantu, itupun dari banyaknya organisasi dan donatur yang terus menerus bersatu bersama memberikan bantuan.

Harapan kedepannya adalah semoga organisasi ini terus berkembang dan bisa membuka cabang di semua kabupaten, dan mudah-mudahan dengan Organisasi Kerenisme ini bisa memberikan banyak manfaat, sebagai tempat belajar, tempat memperbanyak teman, meningkatkan rasa syukur, serta dapat merasakan penderitaan orang lain.