Kerjasama dengan Pasar Modern, DKP Bikin Kepastian Pasar

Tekan Harga Pangan Produksi Lorong, Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Ketahanan Pangan kota Makassar Gandeng Pasar Modern

Terkini.id, Makassar – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Makassar menciptakan kepastian pasar dengan bekerjasama dengan pasar modern di Kota Makassar. Pasar modern ini akan menjual hasil pertanian Kelompok Wanita Tani (KWT) lorong.

“Ini menjawab permasalahan kelompok tani yang sudah memproduksi beragam sayuran dari dalam lorong,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar Sri Sulsilawati, Kamis 25 Oktober 2018.

Sri Sulsilawati mengungkapkan, jumlah petani lorong di Makassar berkisar 800 orang. Tersebar di 700 lorong.

Pertanian lorong merupakan upaya penguatan ketahanan pangan. Rencananya 7.520 lorong di Makassar akan dikembangkan menjadi solusi sumber pangan.

Makasar bukan area pertanian. Tapi pelibatan masyarakat di lorong. Mengubah pola pikir untuk memmanfataakan lahan, mampu menghasilkan berbagai macam sayuran dan buah-buahan dari lorong.

Sri mengungkapkan, proses yang dilalui petani mulai menanam sampai pemasaran sangat panjang. Semua bisa dilalui dengan semangat hidup hijau. Mensejahterakan masyarakat. “Menuju Makassar menjadi kota dunia,” katanya.

Kelompok tani yang umumnya perempuan berhasil mengubah pola pikir masyarakat. Memanfaatkan lahan sempit dalam lorong untuk produksi pertanian. Meski Makassar bukan area pertanian.

“Ini tahun keempat. Kami menggandeng kelompok tani menjadi inkubator. Sebagai percontohan,” ujar Sri.

Jenis tanaman yang berhasil dipanen seperti cabai, kol, okra, tomat, dan berbagai macam sayuran dataran tinggi. “Ternyata dengan sistem pertanian modern. Tanaman ini bisa tumbuh dengan baik dan subur,” kata Sri.

Semua produksi petani lorong akan dijual ke pasar modern. Sehingga petani akan bertambah semangat menanam. Saat ini Pasar Swalayan Gelael sudah siap menampung hasil panen dari lorong. Selanjutnya akan menyusul pasar modern lainnya.

“Sebelumnya, produksi petani sudah dijual ke pasar tradisional dan ke daerah lain di Sulawesi Selatan,” kata Sri.

Komentar

Rekomendasi

Bantuan Terus Berdatangan di Posko Induk Covid-19 Makassar

Kabar Duka, Satu Pegawai Pemkot Makassar Meninggal Dunia Usai PDP Corona

Dekan FTI UMI Minta Pemkot Berdayakan Pelaku UMKM Produksi Masker

Lawan Corona, PMI Semprot Disinfektan Ribuan Lokasi di Makassar

PMI Makassar: Kerja Gugus Tugas Covid-19 Tak Ada Artinya Jika Warga Tetap Keluar Rumah

Dampak Covid-19, Dispar Makassar Perpanjang Penutupan Sementara Industri Pariwisata

PMI: Stok Darah di Makassar Hanya Cukup 7-8 Hari

Deng Ical: Stok Darah di Makassar Hanya Cukup 7-8 Hari

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar