Kesejukan Lembah Biru Malino jadi daya tarik wisatawan

Jelang Ramadan, destinasi Lembah Biru Malino yang terletak di Kampung Patene Malino diserbu pengunjung dari luar daerah Malino, Kabupaten Gowa, Minggu 21 Mei 2017. / Syarief

TERKINI.id, GOWA – Kesejukan Lembah Biru Malino jadi daya tarik wisatawan. Jelang Ramadan, destinasi Lembah Biru Malino yang terletak di Kampung Patene Malino diserbu pengunjung dari luar daerah Malino, Kabupaten Gowa, Minggu 21 Mei 2017.

Ratusan pengunjung menikmati kesejukan Lembah Biru yang merupakan kawasan wisata andalan di daerah Malino, berjarak ekitar 80 kilometer dari Kota Makassar.

Destinasi Lembah Biru berada di sebuah lembah, diapit pegunungan yang diperindah pohon-pohon pinus. Di tengah lembah tersebut terdapat kolam renang yang dikelilingi bangunan vila, dengan motif warna kolam dicat biru, sesuai nama destinasi itu.

Rasa gerah lantaran panas dalam perjalanan akan hilang bila tiba di di Lembah Biru. Pasalnya, hembusan dingin serupa es akan terasa begitu menjejaki daerah ini.

Dengan panorama lembah yang bercorak “kebiruan”, ditambah kesejukan angin pegunungan menjadi daya tarik utama Lembah Biru ini. Apalagi, Lembah Biru sudah dilengkapi fasilitas yang nyaman bagi wisatawan, yaitu vila di sekeliling kolam renang.

Bukan hanya itu, Lembah Biru juga dilengkapi beberapa permainan seperti helium stick, titanic, water tower, dan spider web.

Helium stick misalnya, permainan ini menggunakan sebatang bambu yang telah dihaluskan. Setiap anggota kelompok diminta menempelkan permukaan bawah bambu di atas dua jari, lalu menurunkannya perlahan-lahan. Namun anehnya, ketika diturunkan, batang bambu bergerak naik.

Menurut instruktur Helium Stick, Haerul, permainan ini membutuhkan konsentrasi dan kerja sama tim untuk dapat menaklukkan permainan.

Untuk masuk menikmati keindahan dan kesejukan Lembah Biru, dapat dikatakan terjangkau. Pengunjung hanya perlu merogoh kocek Rp 20 ribu untuk tiket harga masuk (THM).

Berbagai permainan di sini membuat banyak pengunjung mengucurkan keringat meski cuaca dingin dan matahari tak bersinar terik.

Malino merupakan tempat alternatif untuk berlibur. Banyak hal yang bisa dinikmati di sini. Cuaca sejuk dan lingkungan yang tenang mampu membuat hati “adem”. Sehingga, Lembah Biru bisa dijadikan salah satu pilihan.

Malino adalah kelurahan yang terletak di Kecamatan Tinggimoncong, Gowa. Daerah yang terletak 90 kilometer dari Kota Makassar ke arah selatan ini merupakan salah satu objek wisata alam yang mempunyai daya tarik luar biasa.

Di kawasan wisata Malino sendiri, terdapat hutan wisata, berupa pohon pinus yang tinggi berjejer di antara bukit dan lembah. Jalan menanjak dan berkelok-kelok dengan melintasi deretan pegunungan dan lembah yang indah bak lukisan alam, akan mengantarkan ke Kota Malino.

Kawasan tersebut terkenal sebagai kawasan rekreasi dan wisata sejak zaman penjajahan Belanda.

Secara umum, Malino memiliki gunung-gunung yang sangat kaya dengan pemandangan batu gamping dan pinus. Berbagai jenis tanaman tropis yang indah, tumbuh dan berkembang di kota yang dingin ini.

Selain itu, Malino pun menghasilkan buah-buahan dan sayuran khas yang tumbuh di lereng Gunung Bawakaraeng. Sebagian masyarakat Sulsel masih mengkulturkan gunung itu sebagai tempat suci dan keramat.

Suhu di kota Malino ini mulai dari 10 derajat Celsius hingga 26 derajat Celsius. Ketika musim hujan, wisatawan dihimbau untuk berhati-hati saat berkendara lantaran kota kecil ini sering berkabut dan jarak pandangnya hanya 100 meter.

Syarief

Berita Terkait
Komentar
Terkini