Kesiapan Parpol dan Kualitas Caleg Pemilu 2019 Memprihatinkan

Terkini.id — Sampai dengan hari terakhir perbaikan berkas Caleg Provinsi Sulsel, KPU bakal mencoret sebanyak 885 Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) dari 16 Partai Politik.

Dari 1.235 Caleg, lebih dari 1/2 atau 72 Bacaleg yg administrasinya belum dan atau tidak memenuhi syarat (BMS/TMS). Lumayan banyak. Ini menunjukkan bahwa kesiapan Partai Politik untuk bertarung di Pemilu 2019 tidak power full.

Selain kesiapan, Parpol ditengarai tidak mempersiapkan kader-kader yang mumpuni untuk duduk di kursi yang terhormat sebagai wakil rakyat. Proses perkaderan di Parpol untuk mempersiapkan diri memperjuangkan aspirasi masyarakat jadi memprihatinkan.

Kondisi ini menurut KOPEL cukup memprihatinkan. Divisi Riset KOPEL Muh Akil menuturkan bahwa penyebab ini berawal dari mekanisme rekruitmen politik pada Partai Politik.

Ada Partai Politik yang rekruitmen Calegnya asal rekrut. Ada orang yg tidak pernah berkiprah di Partai tiba-tiba jadi Caleg. Ada kader Partai yg dapat diandalkan tapi tidak diajukan oleh partainya hanya karena sentimen elit Partai dan banyak penyebab lainnya.

Menarik untuk Anda:

“Belum lagi Caleg yang kutu loncat dari partai satu ke partai lainnya. Partai tak lebih dari bis kota, siapa saja bisa tumpangi yang penting ada ongkos sesuai trayek yang ada. Di sini tak lagi berlaku ideologi Partai,” tuturnya.

Dapat dibayangkan, ke depan anggota DPRD yang akan duduk hasil Pemilu 2019 kualitasnya seperti apa. Mengingat kondisi ini, pasca penetapan DCS, KOPEL akan melakukan tracking Caleg untuk dapat diketahui publik soal trac rekor Caleg yg disodorkan Partai Politik.

“Setidaknya publik dapat mengetahui gambaran siapa yg akan menjadi wakil mereka di DPRD,” tutup Akil yg juga akademisi (dosen) pada UIN Alauddin Makassar.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Kelompok Milenial Dukung DILAN untuk Makassar Kreatif

Breaking News: DP-Fatma Dapat Rekomendasi Gerindra, Prabowo Subianto Tanda Tangan

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar