Ketika yang Muda yang Bicara di Talkshow DJPPR

Talkshow "yang Muda yang Bicara"

Tapierkini.id,Makassar – Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan dalam rangkaiannya kegiatan InFest 2019 (an Inclusive Festival by DJPPR) di Makassar menyelenggarakan Talkshow “yang Muda yang Bicara” di Bikin-Bikin Creativa Hub, Nipah Mall, Panakkukang, Makassar.

Talkshow tersebut berlangsung pada Jumat 25 Oktober dengan mengusung tema “Usahawan Rintisan Jago Kelola Finansial” dilakukan dengan tujuan untuk mengajak generasi muda Makassar  menjadi bagian dari generasi literasi ekonomi yang melek risiko keuangan dan investasi.

Acara yang dikemas dengan konsep bincang santai dibawakan oleh Reza Rahman dan menghadirkan narasumber dari Kementerian Keuangan, antara lain Sochif Winarno yang merupakan Direktur Keuangan, Umum, dan Sistem Informasi Pusat Investasi Pemerintah
(PIP), Kepala Subdirektorat Hubungan Investor DJPPR, Yuddy Hendranata, dan Kepala Subdirektorat Peraturan dan Analisis Hukum Keuangan Syariah DJPPR, Nana Riana.

Selain itu, hadir pula sebagai pembicara muda kreatif, Penggagas Rock in Celebes dan Founder Chambers, Ardy Siji, dan Co-Founder Alexandria Strategy dan Content Creator, Jonathan End.

Talkshow ini mengupas tuntas bagaimana pengelolaan uang kita dalam APBN dilakukan untuk mendorong produktivitas para pelaku industri kreatif dan bagaimana Pemerintah mendukung para pengusaha rintisan melalui Pembiayaan Ultra Mikro (UMi).

Kemudian talkshow ini juga mengupas bagaimana generasi muda dapat berkontribusi aktif membangun negeri ini melalui pilihan instrumen investasi SBN Ritel yang diterbitkan oleh Pemerintah.

Kepala Subdirektorat Hubungan Investor DJPPR, Yuddy Hendranata mengatakan dengan adanya Talkshow ini diharapkan, generasi muda Makassar dapat memahami dengan lebih baik seputar pengelolaan usaha rintisan, pengelolaan keuangan dan investasi yang berdampak positif dan membangun terhadap usaha yang dikelola serta dapat memperluas basis investor dalam mendukung terbangunnya iklim investasi di Indonesia.

“Dibutuhkan kontribusi bersama dalam pengelolaan #UangKita APBN ini. Selain
menjalankan kewajiban, berkontribusi pada negeri bisa diwujudkan dengan menjadi anak muda Indonesia yang produktif dan sadar untuk berinvestasi sejak dini,” jelas Yuddy.

Lanjut Yuddy menjelaskan bahwa InFest ini merupakan sebuah event inklusif tentang literasi keuangan yang menjadi wadah bagi generasi muda Indonesia untuk mengembangkan diri dan belajar bersama seputar pengelolaan APBN khususnya pengelolaan keuangan dan risiko yang dilakukan Pemerintah dan bagaimana Pembiayaan APBN dimanfaatkan secara produktif.

“Sebagai tindak lanjut, yang Muda yang Bicara sebagai forum dan komunitas muda yang diinisiasi oleh DJPPR diharapkan dapat memfasilitasi kebutuhan informasi yang komprehensif seputar pengelolaan pembiayaan dan risiko APBN,”tutup Yuddy.

Berita Terkait
Komentar
Terkini