Ketua BEM UI Sindir Presiden Jokowi Dengan Menilai Sudah Pantas Disebut ‘Bebek Lumpuh’, Ruhut: Ini Contoh Orang Tolol Merasa Pintar

Terkini.id, Jakarta – Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ruhut Sitompul menanggapi berita disalah satu media mengenai pernyataan dari Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Bayu Satria Utomo yang menilai Presiden Joko Widodo atau Jokowi sudah pantas disebut ‘bebek lumpuh’.

Ruhut pun memberi tanggapan menohok atas pernyataan dari Ketua BEM UI tersebut dengan menuliskan Ini contoh orang tolol merasa pintar dan menyarankan agar menyelesaikan kuliah saja kalau masih mampu.

Hal ini Ruhut sampaikan di akun media sosial Twitternya @ruhutsitompul seperti terlihat pada hari Rabu, 22 Juni 2022. Ruhut juga memposting tangkapan layar artikel berita dari media GenPI.co dengan judul berita ‘Ketua BEM UI Nilai Jokowi Sudah Pantas Disebut Bebek Lumpuh’

Baca Juga: Jadwal Kunjungan Jokowi dan Iriana di Kyiv Ukraina

“Ini contoh orang tolol merasa pintar ha ha ha, ka’le dirumahnya tdk ada kaca sudah selesaikan saja kuliah kalian kalau masih mampu nggak malu melihat Teman2Mu yg kuliah dgn baik dicampusnya masing2 malu dong kalau masih ada rasa malu MERDEKA(emoticon).” tulis Ruhut Sitompul.

Dilansir dari GenPI.co dengan judul berita ‘Ketua BEM UI Nilai Jokowi Sudah Pantas Disebut Bebek Lumpuh’ yang terbit 21 Juni 2022

Baca Juga: Boris Johnson Saat Bertemu Jokowi: Senang Bertemu Denganmu

Ketua BEM UI Bayu Satrio Utomo menyatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah pantas disebut bebek lumpuh.

Hal itu disampaikannya saat orasi pada demonstrasi penolakan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Selasa (21/6).

Bayu menyebut masyarakat telah resah dengan kebijakan-kebijakan yang tidak pro rakyat.

Baca Juga: Boris Johnson Saat Bertemu Jokowi: Senang Bertemu Denganmu

“Kami rindu kebijakan yang berorientasi kepada masyarakat,” ujar Bayu.

Menurutnya, sejak 2019, pemerintah selalu mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang tidak populis.

Bayu bahkan beranggapan pemerintah selalu mengerdilkan masyarakat sipil yang seharusnya masuk dalam tatanan struktur masyarakat.

“Sejak 2019 kami ingat ada RUU KPK, RUU Omnibus Law, IKN, dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Sederet kebijakan itu, kata Bayu, dianggapnya bukan kebijakan populis yang menguntungkan rakyat.

“Jokowi sudah pantas kami sebut sebagai Bebek Lumpuh. Jokowi sudah pantas disebut The King of Lip Service,” tegasnya.

Oleh karena itu, Bayu mengatakan Jokowi sudah pantas mendapat somasi atas kebijakan-kebijakannya yang tidak pro rakyat.

Seperti diketahui, massa aksi yang terdiri dari BEM UI dan sejumlah universitas lain menggelar demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta.

Mereka menamai diri sebagai Aliansi Nasional Reformasi RKUHP.

Aliansi Nasional Reformasi RKUHP mendesak pemerintah membuka draft terbaru RKUHP dan membahas kembali pasal-pasal bermasalah yang berpotensi membungkam kebebasan berpendapat.

Bagikan