Makassar Terkini
Masuk

Ketua KPK: Pemangku Kepentingan Harus Tumbuhkan Lingkungan Berintegritas, Novel Baswedan: Firli Bicara Integritas?

Terkini.id, Jakarta – Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan melontarkan sindiran keras kepada Ketua KPK, Firli Bahuri.

Sindiran Novel Baswedan itu dilayangkan lewat akun Twitter-nya @nazaqistsha, pada Rabu, 6 Juli 2022. 

“Ujaran dibawah ini bagus. Tp Pimp KPK sendiri tdk melakukan spt ini. Lili berkali2 melanggar etik berat terus dibela. Dipanggil Dewas tdk hadir, Pimp lain mestinya bisa mencegah. Lalu Firli masih mau bicara Integritas?” cuit Novel Baswedan.

Sindiran itu dilontarkan Novel Baswedan atas pernyataan Firli Bahuri dalam pertemuan hari pertama G20 Anti-Corruption Working Group (ACWG) putaran kedua di Bali, pada Selasa, 5 Juli 2022.

“Pemangku kepentingan harus membantu menumbuhkan lingkungan berintegritas, nilai etik, dan norma akuntabilitas. Dimana masing-masing pihak punya peran penting mencegah dan memberantas korupsi. Sehingga spirit pertemuan ini adalah berkolaborasi dan bekerja sama satu sama lain,” kata Firli Bahuri seperti dilansir kpk.go.id.

Firli Bahuri menegaskan kepada para Delegasi Negara Anggota G20 yang hadir langsung maupun virtual, bahwa dalam memerangi korupsi, tidak ada entitas yang bisa melakukannya sendiri.

Maka dengan diskusi dan negosiasi yang konstruktif dalam G20 ACWG ini diharapkan mampu menghasilkan dokumen keluaran yang memberikan manfaat nyata bagi peningkatan upaya pemberantasan korupsi global.

Tangkapan layar Twitter Novel Baswedan. (@nazaqistsha)

Sebelumnya diberitakan, Novel Baswedan mengaku pernah diminta Firli Bahuri agar ‘tidak menyerang’.
 
Novel Baswedan mengatakan, permintaan dari Firli Bahuri itu disampaikan langsung kepadanya sekitar November 2020.

Novel Baswedan mengaku, momen itu terjadi di sela ekspose kasus mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo yang saat itu baru terjaring operasi tangkap tangan (OTT).

“Itu kan keterangannya disampaikan di persidangan. Jadi di tanggal 24 itu kan ada operasi tangkap tangan (mantan) Menteri KKP Edhy, 25 (November 2020) itu ekspose,” kata Novel Baswedan kepada wartawan, seperti dilansir detik.com, Senin, 4 Juli 2022.

Novel Baswedan menyebut, Firli Bahuri menemuinya di toilet. Ketika itu, Firli Bahuri meminta dia tidak menyerang dan mengajak untuk ngobrol.

“Terus habis itu nemuin saya ke toilet dan dia ngomong gitu. Toilet dekat ruang ekspose, ada ruang toilet. Ya kurang lebihnya dia ngomong ya ‘jangan nyerang-nyeranglah, ayolah ke ruangan saya, ngobrol-ngobrol‘,” kata Novel Baswedan.

Namun, Novel Baswedan mengaku menolak permintaan Firli tersebut.

Novel Baswedan mengatakan, ada OTT terhadap Juliari Batubara yang saat itu menjabat Menteri Sosial sekitar 2 minggu setelah pertemuan itu. Dia juga mengatakan ada juga pengungkapan kasus pajak yang dilakukan penyidik KPK.

Novel Baswedan menuding, Firli Bahuri merasa ‘terserang’ oleh pengungkapan dua kasus itu.