Ketua TP PKK Gowa Buka Sosialisasi Stunting Tingkat Desa se-Kecamatan Bajeng

Ketua TP PKK Gowa Buka Sosialisasi Stunting Tingkat Desa se-Kecamatan Bajeng

Terkini.id, GowaKetua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gowa, Priska Paramita Adnan didampingi Ketua TP PKK Kecamatan Bajeng, Rahmawati Nasrun membuka Sosialisasi Stunting Tingkat Desa Se-Kecamatan Bajeng di Baruga Tinggi Mae, Rujab Bupati, Rabu 18 Desember 2018.

Di hadapan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Gowa, Muh Asrul dan Camat Bajeng, Nasrun serta seluruh kepala desa dan lurah se-Kecamatan Bajeng, Priska menjelaskan bahaya dan penanganan stunting.

“Stunting merupakan sebuah kondisi dimana tinggi badan seseorang ternyata lebih pendek dibanding tinggi badan orang lain pada umumnya. Adapun penyebab anak stunting adalah  faktor gizi buruk dan faktor penyakit bawaan lain seperti diare dan cacingan,” jelas Priska.

Ketua Forum Kabupaten Gowa Sehat ini menegaskan bahwa, ada bahaya pasti ada pencegahan.

“Penyakit stunting memiliki dampak yang sangat buruk yaitu selain bentuk tubuh anak yang pendek juga perkembangan otak yang menurunkan kemampuan anak sebanyak 30 persen dari anak yang normal. Mengingat bahaya stunting begitu berdampak besar pada pertumbuhan anak maka perlu ada penanganan serius dengan memberikan asupan gizi pada ibu hamil dan balita serta menjaga lingkungan agar tetap bersih,” tegasnya.

Selain masalah stunting, Priska juga menyampaikan 2 (dua) hal penting yang menjadi masalah dalam masyarakat Gowa saat ini yaitu masalah penyakit TBC dan Imunisasi MR (Measles Rubella). Ketiga hal ini merupakan program prioritas yang harus kita laksanakan sesuai dengan arahan Menteri Kesehatan RI.

Priska berharap agar seluruh pengurus dan kader PKK bersama masyarakat Bajeng berkomitmen untuk mencegah stunting sehingga pada tahun 2019 semua penderita stunting sudah terdeteksi dan segera ditangani.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Gowa

Ini Hasil Survei Tingkat Kepuasan Warga Gowa

Terkini.id,Gowa - PT. Jaringan Suara Indonesia (JSI) menyebutkan dari hasil survei yang dilakukan pada pertengahan Maret 2019, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten