Ketupat Sayur Mas Dwi Memang Mantab, Penasaran?

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan

Terkini.id, Makassar-Berkuah santan gurih hangat dengan isi lengkap membuat Ketupat sayur Mas Mantap selalu dicari saat sarapan, khususnya warga Perumahan BPS 1 Makassar. Tak salah dikatakan apabila jualan ketupat sayur yang dikelola Mas Dwi ini enak dan memang mantap rasanya. Penasaran?

Mas Dwi merantau ke kota Makassar tahun pada 2012. Sebelumnya dirinya di Jakarta kerja serabutan seperti ngojek hingga membawa angkutan umum.

Sebelumnya Mas Dwi juga kerja di pabrik roti di daerah Kelapa gading, sebelumnya di daerah Halim Cililitan. Keahliannya membuat kupat sayur diperolehnya dari tetangga. “Sewaktu di Jakarta tetangga saya penjual ketupat sayur, setiap hari biasa melihat langsung lantas ikut-ikut mempelajarinya,” katanya kepada media Sabtu, 4 Juli 2020.

Bersama istrinya yang disapa Tuti, Mas Dwi begitu kompak berjualan ketupat sayur. Selain menu andalan ketupat sayur, dirinya berjualan nasi uduk, sate jeroan, tempe tahu bacem dan bakwan.

Mas Dwi menuturkan untuk harga ketupat sayur sama nasi uduk kisaran 12 ribuan. Sementara harga gorengannya hanya seribuan. Tempe tahu bacem harga 2 ribuan, Sate jeroan dilepas harga 3 ribuan

Menarik untuk Anda:

Sebelum mangkal di lahan milik Klinik Angkasa, dulu berjualan ketupat sayur mangkal di samping indomaret. Karena lahannya dirombak menjadi kafe, akhirnya gerobak jualannya bergeser ke samping klinik Angkasa.

“Ia kami menyewa lahan milik Klinik Angkasa,” imbuhnya.

Ketika disinggung masalah wabah corona Mas Dwi menanggapinya santai, memang pendapatan agak berkurang tapi yah mau apalagi karena situasi pandemi begini pendapatan berkurang tidak seperti hari biasa sebelumnya.

Datangnya wabah ini sempat membuatnya vakum berjualan Ketupat Sayur. “Satu bulan sebelum ramadan kemarin saya sempat pulang kampung, rencananya di Sragen selama satu pekan balik ke Makassar lagi, tetapi ternyata situasi seperti ini, akhirnya tidak dapat pulang selama 3 bulan,” jelasnya.

Mas Dwi menerangkan, kami nekat ke Makassar karena memiliki usaha ketupat sayur di Makassar. Selama di Jawa nganggur tidak ada pemasukan sama sekali. Akhirnya mencari surat-surat dari Desa, surat rapid test dan surat keterangan sehat dari puskesmas.

“Ternyata rapid test berlakunya 3 hari, saya pas ke Bandaran jatuhya 4 hari. Akhirnya gak kepake terus saya cari lagi, rapid test lagi di bandara untuk balik ke Makassar,” selorohnya.

Sembari melayani pelanggan Mas Dwi berharap wabah ini cepat selesai dan situasi kembali membaik lagi, semua berjalan lancar seperti kemarin-kemarin.

“Mudah-mudahan disituasi ini warga, mengikuti aturan pemerintah biar semuanya cepat selesai,” pesan Dwi.

Di Makassar Mas Dwi berdua bersama isrinya tinggal di Bumi Permata Sudiang I Blok B2 nomor 10 Kelurahan Sudiang Kecamatan Biringkanaya.

“Nama warung Mantap ini berasal dari nama kakak Amanto namun akrab di panggil pak mantap. Seorang Angkatan Udara yang tugas selama 2 tahun di Angkatan Udara Madiun sebelum purna tugas,” pungkasnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

GenBI Sukseskan GGS, Ini Karya Mereka!

Mahasiswa UNM Kecam Pemkab Bone Masalah Perlindungan dan Keselamatan Lingkungan

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar