Keuntungan Berinvestasi di Pasar Modal yang Diketahui Warga di Daerah

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Hoesen, Deputi Komisioner Pasar Modal, Djustini Septiana dan Kepala OJK Sulampua, Zulmi saat media gathering pada Jumat 12 Juli 2019.(ist)
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Hoesen, Deputi Komisioner Pasar Modal, Djustini Septiana dan Kepala OJK Sulampua, Zulmi saat media gathering pada Jumat 12 Juli 2019.(ist)

Terkini.id, Makassar – Menginvestasikan harta di pasar modal dinilai masih kurang dilakukan oleh warga di daerah.

Di sejumlah daerah, salah satunya di Sulawesi Selatan, cenderung masih banyak yang belum tertarik berinvestasi saham.

Bahkan cenderung banyak yang tertarik menanamkan modalnya ke produk investasi bodong yang bunganya tidak rasional, sehingga menjadi korban penipuan.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Hoesen mengungkapkan, kerugian akibat investasi bodong dalam sepuluh terakhir mencapai hingga Rp 120 triliun.

“Karena tertipu iming-iming bunga yang terlalu tinggi,” kata Hoesen saat menghadiri media gathering bersama wartawan di Kantor Regional OJK Sulampua, Jalan Hasanuddin, Kamis 11 Juli 2019.

Hoesen yang didampingi Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djajadi, Deputi Komisioner Pasar Modal, Djustini Septiana dan Kepala OJK Sulampua, Zulmi, bercerita tentang investasi di pasar modal yang cuma dinikmati oleh sedikit dari warga di Indonesia.

“Dengan angka 36 ribu investor (pasar modal) di Sulsel, itu artinya baru sekitar seperempat persen dari warga Sulsel,” kata Hoesen.

Keuntungan Investasi Pasar Modal

Dia pun menceritakan berbagai keuntungan investasi di pasar modal yang jarang diketahui warga lokal.

“Tahun 1992, Indeks Harga Saham (IHSG) diciptakan dengan nilai 100. Hari ini, nilainya sudah 6.300. Naik sampai 63 kali lipat. Artinya, jika ada yang menginvestasikan uangnya pada tahun 1992 itu sebesar Rp 100.000, asetnya itu sudah menjadi sebesar Rp 6.300.000 saat ini,” katanya.

Hanya saja, yang paling banyak menikmati itu cuma mereka yang tahu dan punya uang banyak.

“Saat ini, kita fokus memperlus basis investor lokal. Kita ajak masyarakat di daerah untuk ikut menanam investasi di pasar saham,” katanya lagi.

Kemudahan Berinvestasi

Hoesen juga menjelaskan, saat ini berinvestasi di pasar modal juga semakin mudah.

Hal itu karena regulator baik itu BEI, KSEI dan KPEI yang di bawah pengawasan OJK, mendorong peningkatan investor dari sektor ritel.

“Sekarang dengan modal Rp 100 ribu Rp 500 ribu pun sudah bisa membeli lot saham. Dulu harus punya uang jutaan,” katanya.

Investor Saham di Sulsel

Sementara itu, Kepala OJK Sulampua, Zulmi menyebut peningkatan investor dan transaksi saham di Sulsel cukup pesat.

“Jumlah investor hingga Mei 2019 sudah mencapai 36.204 atau meningkat dari Mei 2018 sebanyak 21.206 dengan nilai transaksi mencapai Rp 5 triliun pada bulan Mei 2019,” terang Zulmi.

Dari sisi investor, jumlah investor reksadana mencatat rekor pertumbuhan tertinggi.

“Tumbuh hingga 99,38 persen secara year-on-year (yoy) menjadi 16.674, sedangkan investor saham meningkat 49,87 persen menjadi 15.825,” tambahnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Ekonomi

Akhir Tahun, Phinisi Point Mal Bertabur Promo

Terkini.id,Makassar – Phinisi Point tidak henti memberikan menarik bagi pengunjung setianya. Salah satunya dengan menyuguhkan sejumlah promo menarik setiap bulannya. Khusus di bulan November
Sosok

Hari Pahlawan, Begini Pesan Sandiaga Uno

Terkini.id,Jakarta  - Bangsa Indonesia mengenal tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan. Mungkin banyak yang belum mengetahui kenapa pada tanggal 10 November tersebut ditetapkan sebagai