Kisah Paus Yohanes Mengampuni Lelaki yang Mencoba Membunuhnya

Terkini.id, Jakarta – Kisah tentang Paus Yohanes Paulus II yang mengampuni seorang lelaki pembunuh, selalu menjadi oase di saat ribut-ribut antarumat beragama tengah terjadi.

Seperti diketahui, seorang pria berkebangsaan Turki, Mehmed Ali Agca pada 1981 silam menembak dan melukai Paus Yohanes Paulus II.

Namun, Paus yang terkena tembakan pada bagian perut dan di tangan berhasil diselamatkan dan tidak terbunuh.

Menjadi menarik, karena Sang Paus tetap memaafkan si Mehmed. Setelah 25 tahun kemudian, Mehmed yang berpindah agama menjadi katolik, datnag ke pusara Paus Yohanes dan membawa mawar putih.

Selengkapnya, berikut kisah Paus yang memaafkan Mehmed seperti diceritakan seorang penulis Herry Tjahjono:

“MEHMED Ali Agca menembak dan melukai Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 13 Mei 1981.

Pemuda berkebangsaan Turki ini ingin membunuh Paus, namun Tuhan masih melindungi Paus – sehingga tak sampai terbunuh.

Namun yang selanjutnya terjadi adalah luarbiasa. Dua hari setelah Natal di tahun 1983 – seorang laki-laki tua berusia 63 tahun – Paus Yohanes Paulus II – mendatangi penjara yang dihuni seorang laki-laki muda berusia 25 tahun, yaitu Mehmed Ali Agca.

“Aku memaafkanmu, sahabat. Aku mengampunimu,” ujar Paus Yohanes Paulus II sembari memeluk Mehmet Ali Agca.

Selanjutnya Mehmet Ali Acqa dibebaskan pada tanggal 18 Januari 2010. Dia akhirnya menjadi seorang Katolik dan tinggal di Polandia.

Pada tahun 2014 Mehmet mengunjungi Vatican, berdoa serta mempersembahkan seikat mawar putih di atas makam Paus Yohanes Paulus II.

Kisah abadi dan legendaris tentang cinta dan pengampunan. Pada adegan kehidupan itulah sebuah agama menjadi indah dan suci.

Dan pada akhirnya….nama Tuhan juga yang dimuliakan penuh cinta, bukan penuh ketakutan...”

Berita Terkait
Komentar
Terkini
News

Ini Kampung Statistik Pertama di Indonesia

Terkini.id, Makassar - Dalam rangka pelaksanaan Hari Statistik Nasional (HSN), Universitas Hasanuddin melalui Departemen Statistika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) bersama Badan