Kisah pengamen Makassar nikahi bule cantik asal Prancis

Pengamen jalanan Ijal mempersunting bule cantik asal Prancis./Herman Kambuna

TERKINI.id, MAKASSAR – Pengamen jalanan asal Makassar, Rizal Hamid yang lebih populer dengan Ijal Ricardo juga sebagai penata musik di The Movie Pamanca.

Kentalnya tradisi di dalam film itu, membuat Production House (PH) Rapindo Galesong Films harus selektif dalam mencari penata musik garapan filmnya.

Apa lagi orang itu harus berasal dari tanah kelahiran Pamanca agar audio bersinergi dalam film bergenre laga kolosal itu.

Pemilihan talenta ini tak lepas dari misi Produser Eksekutif Pamanca The Movie, Muhammad Basir alias Den Raffy untuk memunculkan talenta-talenta muda Sulawesi Selatan di dunia perfilman.

Lantas dipilihlah Ijal. Ia sudah malang melintang di dunia musik Indonesia, dari membentuk Band-band dengan personil musisi terkenal seperti drumer Pepy, diajak bergabung di Zigaz Band oleh si vokalis Zian, sampai bermain musik di Prancis, baik solo karir atau berkalobarasi dengan musisi negara lain seperti Paris, Afrika dan Italia.

Prestasi gemilang yang dirasakan Ijal adalah pernah diundang khusus oleh istana ratu Prancis untuk bermain alat musik harpa di depan sang Ratu, kemudian membuat video klip di Prancis bersama Dayu Band dan Cagil Band, asal Francis.

Semua prestasi itu membuat Den Raffy jatuh cinta dan mempercayakan sosok putra kelahiran Makassar ini untuk menjadi penata musik.

“Dia (Den Raffy) ‘jatuh cinta’ kepada saya sudah lama. Dari dulu. Apa pun itu (soal musik) saya selalu dilibatkan. Saya sudah sering membuatkan musik untuk produk usahanya, ” ujar Ijal yang diwawancarai di Bulukumba, 17 Maret 2017 lalu.

Saat ini Ijal bolak-balak di Prancis. Disana dia sudah bertunagan dengan warga asli Prancis yang sebelumnya bertemu di Indonesia. Wanita bernama Julie Martha itu berprofesi sebagai jurnalis di salah satu majalah di negaranya.

Baca :Wow... Ini Lakon yang Bakal Diperankan Jackie Chan dan Jet Li Dalam Pamanca The Movie

Pekerjaan sehari-hari Ijal disana tak lain adalah mengamen. Tentu ngamen di negara yang terkenal dengan menara Eiffel ini tidak sama dengan Indonesia.

Disana, kata dia, dirinya ngamennya di kawasan wisata Montmartre yang merupakan tempat berkumpulnya komunitas seniman dunia. Ngamen di tempat itu, kata Ijal harus kreatif dan mampu menjadi pusat perhatian para pejalan kaki.

“Di sana tidak ada kendaraan. Semua orang berjalan kaki dan sibuk. Jadi susah mencuri perhatiannya jika tidak menampilkan hal-hal biasa saja.” kata dia. “Saya ngamen bersama musisi dari Afrika, Italia. Juga join dengan orang disana. Perempuan namanya Vero. ” sambungnya.

Lagu yang sering diaransemen dan improvisasi di sana adalah lagu tradisional Sulawesi Selatan. Seperti cincing banca’, sulawesi parasangata dan lain-lain.

Ijal sendiri adalah gitaris meski menguasai beberapa jenis alat musik lainnya. Baginya bermain musik itu tidak perlu kaku. Karena itulah, dia senang mengimprovisasi nada diatas panggung tatkala konser, baik itu konser band-nya sendiri atau menjadi juri pada ajang kompetisi musik level nasional.

“Saya bermusik sering tidak serius di atas panggung, Saya selalu selipkan hal-hal komedi, saya sering menantang orang-orang untuk membuat judul dan lirik lagu. Kemudian saya buatkan lagu diatas panggung. Mengimprovisasinya.” kata dia.

Di Makassar atau Sulsel umumnya, mungkin nama Ijal Ricardo begitu asing. Tapi pada level nasional pria kelahiran 30 Mei 1981 itu cukup populer. Itu terlihat namanya selalu menjadi juri pada ajang kompetisi band atau player tingkat nasional.

Baca :Peserta Casting Pamanca The Movie di Bone Membludak 

Dia mengaku sering dipanggil untuk menjadi juri dan paling sering tampil sebagai band pembuka pada konser band-band terkenal dalam negeri atau pun luar negeri.

Sebagai contohnya dia salah satu juri competition GoAhead road to SoundNation yang digelar oleh Sampoerna Mild, di beberapa kampus perguruan tinggi di Makassar, Maret 2017 lalu. Final ajang bertajuk BERISIKgueBERISI ini digelar di Jakarta. “Saya terpaksa menerimanya (menjadi juri) karena teman-teman tahu saya berada di Indonesia. ” kata dia.

Sebelumnya, Ijal menetap di Prancis bersama tunangannya. Saat berada di Makassar, rekan-rekannya yang juga musisi menawarinya untuk menjadi juri. Bisa dikatakan sebuah kebetulan karena dia berada di Indonesia. Keberadaan di Makassar sendiri untuk menjadi pengisi hiburan dan caster pemain Pamanca the Movie di Parepare, Bone, Bulukumba dan Makassar.

Selain dia, tim penghibur peserta casting ada Norman Kamaru, finalis X Factor 2013 Gede Bagus Perdana Putra dan Gitaris Cakra Barani. “Jadi dari Prancis saya langsung terbang ke Makassar untuk bertemu kru Pamanca The Movie dan membantu casting pemain. ” kata mantan mahasiswa Atmik Profesional ini.

Dia mengakui bahwa pencapaian karirnya hingga saat ini tidak semudah membalik talapak tangan.
“Dulu hidup saya tragis. Nekad ke Jakarta tanpa ada orang yang kenal. Tidur di emperan jalan. Dikeroyok karena ngamen di wilayah orang. Ada banyak cerita,” kisahnya.

Dia bercerita, pada 2001 nekad meninggalkan keluarganya di Makassar. Cara yang ditempuh pun terkesan tidak masuk akal. Yakni menempangi kapal pengangkut semen di Pangkep. Alih-alih bisa sampai di Jakarta ternyata dit tengah pelayaran dia kepergok sebagai penumpang ilegal. Sang kapten kapal pun tanpa ragu menurunkannya di tengah lautan.

Baca :Kolaborasi Norman Kamaru dan Ijal Ricardo Pukau Peserta Casting Pamanca di Bulukumba

“Saya diturunkan ditengah laut saat mendapat kapal nelayan. Terombang-ambing bersama nelayan hingga sampai di darat,”

Dia sempat bekerja di Ekspedisi di Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya. Setelah itu memberanikan diri hidup di Jakarta tanpa ada kenalan atau pun keluarga. Di sini, Ijal mengamen untuk mempertahankan hidup hingga dia bermain untuk unit kegiatan mahasiswa salah satu kampus di Jakarta.

“Saya sempat menjadi band pembuka saat /rif band manggung, ” ujarnya.

Suatu ketika dia menolong seseorang kecelakaan di depan matanya. Ternyata keluarga yang ditolognya itu tergolong kaya raya. “Anak-anaknya punya band dan studio di rumahnya. Akhirnya saya membentuk band. Tapi karena saya merasa nyaman akhirnya saya pamit, ”

Ijal kembali mandiri dan selalu mengikuti ajang kompetisi band dan player hingga kenalan dengan musisi dan artis.

Dalam waktu bertahun-tahun di dunia musik di Jakarta hingga mempertemukannya dengan Peppy yang jago main drum. Mereka kemudian membentuk band. Ijal juga sering tampil menjadi pengisi musik di acara empat mata. Kemudian menjadi gitaris Zigaz Band.

“Si Zyan vokalis Zigas yang memberi saya nama Ijal Ricardo. Dulu saya dikenalnya sebagai Rizal, ” kisahnya.

Nama Ijal Ricardo itu disandang pertama kali saat Zigaz Band manggung di D’Liquid Hotel Clarion Makassar.

“Saya diperkenalkan sebagai Ijal Ricardo dalam acara konferensi pers di Clarion,” ujarnya.

Kini nama Ijal kembali berkibar setelah heboh di media sosial menikahi pacar bulenya itu.

Komentar

  • Kontak Informasi Makassarterkini
  • Redaksi: [email protected]
  • Iklan: [email protected]