Kisah Seorang Ibu Berlari Enam Jam Sambil Gendong Bayi Demi Selamat

Rahmi dan anaknya saat ditemui terkini.id di rumah kediaman koordinator Devis Monitorin dan investigasi DPP Panji, belakang Pasar Tolo Kecamatan Kelara. (terkini.id/Syarief)

Terkini.id, Jeneponto – Lima keluarga yang berjumlah 17 orang korban gempa bumi dan tsunami Sulawesi Tengah mengungsi di rumah keluarganya masing-masing di Kampung Tolo Kota Keluarahan Tolo Kecamatan Jelata Kabupaten Jeneponto, Jumat, 5 Oktober 2018.

Korban gempa dan Tsunami Sulteng itu sebelumnya mengungsi ke rumah keluarganya. Ke-17 orang korban tersebut makan siang bersama dengan Pengurus DPP Panji di rumah kediaman koordinator Monitorin dan investigasi Panji, Rauf Ramli di belakang Pasar Tolo Kecamatan Kelara.

Menurut, salah seorang korban, Rahmi (44), dia tinggal di Keluraha Bantaya Kecamatan Parigi Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah, dia dan suaminya serta tiga orang anaknya saat gempa berada dalam rumahnya, dan berlari ke gunung untuk menyelamatkan diri.

“Saat gempa pak saya lagi dalam rumah pas keluar dari kamar kecil, begitu gempa saya dan suamiku lari ke gunung dengan membawa tiga orang anakku, saat saya lari, anak saya yang baru lima bulan saya ikat dipinggang, dua anak saya dibawa bapaknya diatas gerobak,” kata Rahmi

Rahmi, menuturkan, dia lari ke gunung selama enam jam. “Saya lari menyelamatkan diri hingga jam 6 magrib sampai di gunung jam 12 malam,” tutur Rahmi.

Rahmi mengaku saat berlari ke gunung Pariginpu’ mengalami beberapa kali jatuh. “Berapa kali saya jatuh, begitu gempa susulan saya jatuh lagi kebawah,itu beberapa kali,” ujarnya

Dia juga mengaku bahwa dia dan suaminya serta tiga anaknya baru makan nasi, setelah tiba di Jeneponto.

“Selama selesai gempa saya tidak pernah makan di Parigi, enam hari saya tidak makan-makan, saya hanya makan daun dan baru makan saat tiba di sini (Jeneponto),” tuturnya.

Dia sangat bersyukur disajikan makanan siang oleh DPP Panji dan berharap dibantu oleh pemerintah daerah.

“Saya sangat bersyukur diberi makanan oleh Panji, belum ada bantuan Pemerintah pak, biar di Parigi tidak dapat bantuan, pemerintah Jeneponto juga belum, hanya wartawan ini yang bantu kita makanan,” ungkap Rahmi.

Komentar

Rekomendasi

Anggota DPRD Jeneponto Bantu Korban Kebakaran di Takalar

Didemo karena Diduga Salah Gunakan Wewenang, Ini Kata Kepala Kemenag Jeneponto

Minta Dana Indonesia Pintar, Orang Tua Siswa Segel Madrasah di Jeneponto

Anggota Bamus Salah Gunakan Surat Keterangan Sakit, FKMJ Bakal Lapor ke BK DPRD Jeneponto

Anak Almarhum Ambo Tang Tak Terima Orang Tuanya Disebut Meninggal karena Kelaparan

Ribuan Hektar Tanaman Jagung Terserang Hama, Begini Desakan Komisi II DPRD Jeneponto

Kisah Miris di Jeneponto, Jenazah Digotong dengan Kain Sejauh 10 Km

Sejumlah Ibu Rumah Tangga di Jeneponto Tertipu Investasi Bodong di Medsos

Irup Hari Kesadaran Nasional, Begini Pesan Kapolres Jeneponto

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar