Masuk

Kisruh Penolakan Eksekusi Lahan di Anggeraja Enrekang, Dua Warga Ditangkap

Komentar

Saat dikonfirmasi ke salah seorang yang ditangkap yakni Suhedi turut membenarkan jika dirinya ditangkap saat aksi penolakan terhadap pelaksanaan eksekusi lahan.

“Saya dan Fikri diamankan aparat karena dianggap memprovokasi,” ujarnya.

Dijelaskan Gondrong begitu panggilan akrab Suherdi bahwa saat sore hari aksi orasi kembali terjadi. Suasana tidak kondusif sehingga warga beberapa kali mengingatkan agar warga tetap tenang dan tidak terprovokasi, namun tidak terhindarkan.

Baca Juga: Heboh Oknum Polantas Polrestabes Makassar Todongkan Pistol ke Anak Pesantren di Gowa, Begini Kejadiannya

“Kami curiga ada provokator yang menyusup masuk ke tengah-tengah massa di lokasi sehingga terjadilah kericuhan antara massa dan aparat kepolisian,”tegasnya.

“Saya cuma memberi semangat, mendukung aksi warga yang menurut kami lahannya tiba-tiba ingin dikuasai oleh  pihak lain,”sambungnya.

Ida Hamidah selaku Penasihat Hukum 
tergugat mengatakan pihaknya melakukan perlawan karena dalam amar putusan tidak dijelaskan Locus, luas dan batas-batas obyek yang akan dieksekusi.

Baca Juga: Oknum Polisi Diduga Todongkan Pistol ke Santri Ponpes Imam Az-Zuhri Samata Gowa

“Kami melakukan perlawanan atas eksekusi oleh pihak penggugat. Apalagi saat ini proses hukum masih berlangsung di Polda atas adanya dugaan pemalsuan tandatangan kliennya yang tertera dalam surat hibah penggugat. Ini juga kita jadikan dasar perlawanan,” ujar Ida Hamidah.

Hingga berita ini diturunkan, aksi Eksekusi lahan oleh Pengadilan Negeri Enrekang tidak berhasil dilakukan. Aparat kepolisian dari Polres Enrekang yang dibackup Satuan Brimob dari Polres Pare-Pare berhasil meninggalkan lokasi sekira pukul 17:36 WITA.