KL ajak warga Barru ngaji asyik spesial di warkop

Direktur Dewan Masjid Kurir Langit (KL), Muhammad Bin Idris

Terkini.id, Barru – Dalam rangka memaksimalkan penyebaran dakwah yang dilakukan dewan masjid gerakan sedekah nasional Kurir Langit (KL), kini melakukan sejumlah cara dalam penyebarannya.

Setelah mengajak sejumlah masyarakat dan pemuda untuk ikut ngaji bersama di alun-alun Kota Barru, kini Kurir Langit menggelar ngaji bersama pemuda dengan nuansa yang lebih berbeda dari sebelumnya, dimana kali ini yang rencananya akan dilaksanakan pada Kamis 26 April 2018 besok dengan sasaran yang akan dituju warung kopi.

Direktur Dewan Masjid Kurir Langit (KL), Muhammad Bin Idris, mengatakan, acara ngaji asyik kali ini berbeda dari yang sebumnya, dimana yang biasanya dilaksanakan di Alun-alun kini mencoba untuk menyentuh semua kalangan dengan melakukan ngaji asyik di Warung kopi.

“Kali ini berbeda dan ini kita anggap sebuah aksi oenyebaran dakwah yang spesial karena kita lakukan di warung kopi,”kata dia.

Bahkan dalam acara ngaji asyik ini nantinya dirinya akan menghadirkan pembicara yakni Ustad Luqmanul Hakim yang akan mencoba membedab tema “Allah Is Enough For Me”.

Menarik untuk Anda:

“Rencanya pertama yang kami lajukan itu di Cafe 70 yang berada di jalan jendral Sudirman, dan akan di laksanakan pada malam hari sekitar pukul 19.30 malam, ini tentunya dilakukan dengan lebih santai dan bahkan dibuka secara umum bagi masyarakat Kabupaten Barru,”pungkasnya.

Dirinya menuturkan, kalau untuk belajar kita tidak perlu berfikir tentang temlat yang akan digunakan, karena belajar itu sendiri bisa dilakukan dimana saja.

“Belajar itukan bisa dilakukan dimana saja dan selain itu juga kita lakukan dengan konsep warkop karena bisa lebih santai dan juga bisa menikmati banyak minuman yang disediakan sambil belajar,”ungkap Muhammad.

Muhammad, menjelaskan, kalau konsep ini kemudian difirkirkan pihaknya karena dakwah itu sendiri seyogyanya dilakukan dengan menyentuh semua kalangan yang ada, dan tentunya mereka bisa dekat tanpa harus kita ajak ke masjid karena mungkin mereka masih malu untuk datang di masjid.

“Kalau mereka belum bisa kita ajak ke masjid maka kita lakukan dengan seperti ini dan di warkop kan memang semua kalangan ada disitu, maka untuk membuat mereka karena masih malu ke masjid maka kita lakukan seperti itu agar lebih dekat dan dari situlah kemudian kita coba ajak sedikit-sedikit untuk mereka masuk masjid,”jelasnya.

Terkait bagaimana system pembayaran kopi atau minuman yang di nikmati para peserta, dirinya mengaku mereka bayar masing-masing. “Kopinya tetap bayar masing-masing,”tuturnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Demokrat Usung Suardi Saleh-Ogi di Pilkada Barru

Ada Isu Pejabat Barru Reaktif Rapid Test Saat ke Masamba, Ini Klarifikasi Gugus Tugas Covid-19

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar