Masuk

Klub Liga Spanyol Bentangkan Poster Soal Tragedi Kanjuruhan: Mereka Dibunuh!

Komentar

Terkini.id, JakartaTragedi Kanjuruhan yang melibatkan hilangnya ratusan nyawa suporter Arema tidak hanya memantik reaksi keras di dalam negeri saja bahkan hingga keluar negeri.

Salah satunya Ultras Rayo Vallecano yang berasal dari klub Liga Spanyol turut membuat pesan soal Tragedi Kanjuruhan

Pesannya cukup menohok. Isinya berbunyi, ‘Mereka bukan meninggal, tapi dibunuh!’

Baca Juga: Takluk Dari Rayo Vallecano, Real Madrid Gagal Rebut Puncak Klasemen

Momen tersebut tampak menjelang laga Rayo Vallecano melawan Elche di Campo de Futbol de Vallecas, pada Selasa 4 Oktober 2022.   

Ultras membentangkan spanduk yang bertuliskan pesan dukungan.

“No son muertes, son asesinatos.” Tulisnya dalam bahasa Spanyol. Dikutip Terkini.id dari detik.com. 

Baca Juga: Imbas Tragedi Kanjuruhan, Gilang ‘Juragan 99’ Putuskan Mundur Dari Jabatan

Pesan di spanduk itu punya makna pedas. Arti tulisan itu adalah “Mereka bukan meninggal, tapi dibunuh!” 

Tragedi Kanjuruhan terjadi setelah laga selesai antara Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu, 1 Oktober 2022 malam WIB. Usai pertandingan, invasi suporter Arema ke tengah lapangan ditanggapi aparat dengan kekerasan.

Hingga akhirnya, gas air mata ditembakkan para petugas ke berbagai penjuru stadion. Membuat penonton panik langsung berhambur menuju keluar stadion.

Pintu stadion yang terkunci dari luar mengakibatkan para penonton banyak yang terinjak-injak, kehabisan napas di dalam stadion, dan akhirnya banyak yang meregang nyawa. 

Baca Juga: Mahfud MD: Saya Tak Peduli Seberapa Besar Kandungan Kimia Gas Air Mata yang Mematikan, Tidak Penting!

Laporan terakhir dari pihak pemerintah menyebut, 131 orang tewas. Sedangkan dari pihak Aremania mengklaim jumlah korban jiwa lebih dari 200 orang.

Ini merupakan jumlah korban tewas terbanyak dalam sejarah sepakbola.

Usai kejadian, banyak yang menyoroti terkait penggunaan gas air mata kepada penonton di dalam stadion. 

Kepanikan akibat semprotan gas beracun itu menyebabkan banyak yang tewas dalam Tragedi Kanjuruhan.