KNPI Sulsel kerjsasama dengan Bank Indonesia kembangkann UMKM

KNPI Sulsel bekerjsama dengan Bank Indonesia untuk mengembangkan UMKM/Foto:Ist

MAKASSAR – Pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan bertemu pimpinan Bank Indonesia (BI) kantor perwakilan Sulawesi Selatan di Kantor BI, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa  4 April 2017. 

Dalam pertemuan, hadir Sekretaris KNPI Sulawesi Selatan Elly Oschar yang didampingi Ketua Komisi Ekonomi, Investasi, dan BUMD Abdul Malik Damis dan Ketua Komisi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Muhammad Yusran. Turut hadir Sekretaris Komisi Ekonomi Adrianus Sandi, Bendahara Muhammad Agung Triady Putra, dan anggota Ilmaddin Husain, Saenal Zulkarnain, dan Muassir. 

Rombongan pengurus KNPI Sulsel diterima Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi BI Sulawesi Selatan Aryo Setyoso didampingi Asisten Direktur Tedy Arief Budiman dan Analis Divisi Pengembangan Ekonomi Taufik Ariesta Ardhiawan. 

Sekretaris KNPI Sulawesi Selatan Elly Oschar mengatakan, KNPI adalah wadah berhimpun pemuda potensial. “Pengurus inti KNPI Sulawesi Selatan berjumlah 263 orang. Diantara mereka, terdapat sejumlah pengusaha muda,” jelasnya. 

Ketua Komisi Ekonomi, Investasi, dan BUMD Abdul Malik Damis menyampaikan, pihaknya sedang menyusun peta pembinaan ekonomi pemuda. “Karena itu, kami butuh masukan BI sebagai bahan penyusunan program kerja di bidang ekonomi,” ujarnya. 

Baca :Begini suasana narapidana saat khatam alqur'an

Adapun Ketua Komisi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Muhammad Yusran mengemukakan, KNPI berupaya melahirkan wirausahawan di kalangan pemuda, termasuk pengusaha yang bergerak di sektor bisnis online. “Saat ini, bisnis online sudah menjadi segmen tersendiri di dunia bisnis,” katanya. 

Pihaknya berharap, KNPI Sulawesi Selatan dan BI bermitra menggelar pelatihan wirausaha tingkat Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP). “Kami harap, BI bisa sharing informasi terkait pengembangan ekonomi pemuda,” paparnya. 

Sementara itu, Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi BI Sulawesi Selatan Aryo Setyoso menyampaikan, BI telah bekerjasama dengan Perguruan Tinggi (PT), pesantren, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait sosialisasi uang baru. Selanjutnya, pihaknya mengajak KNPI bekerjasama dalam pengembangan UMKM. “Jika KNPI memiliki UMKM unggulan, bisa diusulkan menjadi binaan BI. Pihak BI sendiri punya program bazar UMKM,” sebutnya. 

Analis Divisi Pengembangan Ekonomi Taufik Ariesta Ardhiawan menyatakan, salah satu fungsi BI perwakilan Sulawesi Selatan adalah berfokus pada pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). “Di sektor UMKM, BI memiliki program yang bertujuan meningkatkan kapasitas ekonomi daerah. Misalnya, di Enrekang ada kluster bawang merah. Di Kabupaten Pinrang, ada kluster Ikan Bandeng. Di Kabupaten Luwu Timur, ada kluster cabe,” katanya. 

Baca :Danny Pomanto pilihan pertama PDI Perjuangan

Taufik Ariesta Ardhiawan menambahkan, BI Sulawesi Selatan saat ini menggandeng pesantren untuk mendorong ketahanan pangan. “BI tertarik bekerjasama dengan pesantren yang punya usaha peternakan maupun tanaman holtikultura. Tujuannya agar pesantren dapat mendiri secara ekonomi,” ucapnya. 

Dalam pertemuan itu, KNPI Sulawesi Selatan dan BI Sulawesi Selatan sepakat bekerjasama terkait pengembangan UMKM di kalangan pemuda. Selain itu, pihak BI akan menyampaikan tugas-tugas bank sentral kepada OKP di bawah naungan KNPI Sulawesi Selatan.

PenulisSalmawati