Kolom Kosong Menang, Kantor KPU Makassar Dijaga Ketat Polisi

KPU Makassar
Kantor KPU Makassar Dijaga Ketat Aparat Kepolisian. (foto/terkini.id)

Terkini.id, Makassar – Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar dijaga ketat oleh Brimob bersenjata lengkap usai penetapan kemenangan kolom kosong dari Paslon tunggal Arifuddin Munafri-Rachmatika Dewi (Appi-Cicu).

Dari pantauan terkini.id di Jalan Antang Raya Makassar, sekitar pukul 15.00 Wita siang tadi, terlihat ratusan aparat kepolisian dari satuan Brimob berjaga-jaga di sekitar kantor KPU Makassar.

Aparat disebar di sekitar titik rawan yang mungkin ditembus oleh massa. Aparat juga disiagakan di sudut jalan hingga pintu masuk kantor, hingga memasuki ruangan Kantor KPU Makassar.

Selain itu Kantor KPU Makassar juga dikelilingi pembatas kawat berduri yang di pasang polisi di jalan raya. Hal itu untuk mengantisipasi aksi protes massa simpatisan dari Paslon tunggal.

“Ini untuk mengantisipasi jika terjadi riak-riak dan adanya aksi protes dari kelompok massa pasca penetapan hasil perolehan suara Pilkada Makassar,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani.

KPU Makassar
Water Cannon disiagakan di halaman kantor KPU Makassar. (foto/terkini.id)

Appi-Cicu hanya menang di 3 kecamatan

Menarik untuk Anda:

Sejumlah kendaraan taktis serta kendaraan Watter Canon juga telah disiagakan di halaman depan kantor KPU Makassar guna mengurai massa sebagai langkah antisipasi seperti yang terjadi di Hotel MaxOne, Jumat malam lalu, 7 Juli 2018.

Perolehan suara untuk Pilwalkot Makassar sendiri dimenangkan oleh kolom kosong dengan raihan 300.795 (53%) suara.

Sedangkan calon tunggal pasangan Calon Walikota Makassar, Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) meraih 264.245 (47%) suara.

Appi-Cicu hanya menang suara di 3 Kecamatan. sehingga Kolom kosong dinyatakan jauh mengungguli pasangan Appi-Cicu yang diusung oleh 10 partai besar di DPRD Makassar.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Paling Siap Memimpin Barru, Kalangan Mahasiswa Ramai-ramai Dukung SS-AK

Warga Penerima PKH Diintimidasi, Anir: Itu Program Pemerintah Pusat

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar