Kolom Kosong Menang Karena Appi-Cicu Dikeroyok

Diskusi bertema “Pengaruh Kolom Kosong di Pilwalkot Makassar 2020” yang dilaksanakan oleh Komunitas Wartawan Politik Sulsel di Warkop Jalan Toddopuli, Minggu 15 Desember 2019.

Terkini.id — Hasil riset menemukan fakta bahwa ternyata kemenangan kolom kosong di Pilwali Makassar 2018 lalu, disebabkan karena pasangan Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) dikeroyok banyak kepentingan.

Fakta ini mengemuka dalam diskusi bertema “Pengaruh Kolom Kosong di Pilwalkot Makassar 2020” yang dilaksanakan oleh Komunitas Wartawan Politik Sulsel di Warkop Jalan Toddopuli, Minggu 15 Desember 2019.nas

Lembaga riset Nurani Strategic memaparkan fakta-fakta tersebut melakukan survei yang dilaksanakan 6 bulan setelah pemilihan, yakni pada 13-17 Agustus 2018 dengan melibatkan 440 responden.

Hasil jajak pendapat yang dilakukan Nurani Strategic menunjukkan bahwa pendukung Danny-Indira bukanlah alasan utama responden memilih kolom kosong.

Alasan pertama, karena tidak melihat nama Danny Pomanto (12,7 persen); Kedua, karena karena jengkel dengan sistem demokrasi (9,6 persen); Ketiga, coba-coba memilih kolom kosong tanpa alasan khusus (5,9 persen); Keempat, asal coblos karena bingung menentukan pilihan (8,6 persen).

Menarik untuk Anda:

“Sehingga total ada 24,1 persen responden yang memilih kolom kosong karena kepentingan lain,” kata Direktur Eksekutif Nurani Strategic, Nurmal Idrus.

Pengamat politik dari UIN Alauddin Makassar, Dr Firdaus Muhammad menilai strategi menghadirkan kolom kosong yang dilakukan tim hukum Appi-Cicu di Pilwali 2018 lalu adalah sebuah kecelakaan politik.

“Karena dimana-mana melawan kolom kosong itu baru bisa efektif jika dilakukan oleh petahana. Dan ini cukup menjadi pelajaran bagi semua calon penantang, maupun petahan di pilkada lainnya,” saran Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin ini.

Juru Bicara Munafri Arifuddin (Appi), Muh Fadli Noor membenarkan calonnya kalah di Pilwalkot 2018 karena dikeroyok banyak kepentingan.

“Yang membuat kalah karena adanya kekuatan yang menginginkan Pilwali diulang karena gagal mendapatkan tiket parpol atau independen,” kata Fadli.

Lanjut Fadli, Tim Appi tidak menganggap isu kekalahan dari kolom kosong yang dihembuskan rival sebagai strategi labelling/name calling yang perlu ditanggapi serius. Pasalnya suara 264.245 (47,77 persen) yang diperoleh Appi-Cicu membuktikan bahwa meski dikeroyok Appi mampu meraih suara signifikan.

“Karenanya kami tidak menyiapkan strategi khusus untuk mengkonter opini di wilayah itu. Kenapa, karena memang di kolom kosong itu ada banyak kepentingan. Kita tidak menganggap opini kalah dari kolom kosong itu akan menurunkan elektabilitas Pak Appi,” pungkasnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Kupas Rahasia Sukses Asesmen Kompetensi dalam Dunia Kerja, reformaZi 98 Gelar Webinar

Kampanye Perdana: Anir Paparkan Program Pro Pedagang Kecil, Lutfi Blusukan ke Pasar Rakyat

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar