Kominfo Akan Blokir Google dan Sejumlah Akun Sosmed, Netizen: Buat Keperluan Pemilu

Terkini.id, Jakarta – Diberitakan bahwa Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan blokir Google dan sejumlah akun sosmed lainnya. Kata netizen buat keperluan pemilu, Minggu 26 Juni 2022.

Diketahui bahwa nama sejumlah layanan dan juga aplikasi pada digital seperti Google, Facebook, Whatsapp, dan juga Instagram telah ramai disebut pada daftar yang aksesnya bakal diblokir di Indonesia oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) usai tanggal 20 Juli 2022.

Berita itu ternyata mengenai Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 3 tahun 2022 tentang Tanggal Efektif Pendaftaran Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat di tanggal 14 Juni 2022.

Baca Juga: Sejumlah Platform Digital Diblokir, Ernest Prakasa Protes: Mungkin Kominfo Mau...

Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) pada lingkup privat yang dimaksud yakni perusahaan internet dan juga aplikasi digital.

Pada situs Aptika Kominfo, sistem elektronik adalah kemampuan layanan dan aplikasi itu mengumpulkan, mengolah, menganalisis, menyimpan, menampilkan, mengumumkan, mengirimkan, dan/atau menyebarkan informasi elektronik.

Baca Juga: LBH Jakarta Gugat Menkominfo, Ada Apa Sebenarnya?

“Bayangkan jika kita tidak memiliki sistem pendaftaran. Seluruh PSE ini akan beroperasi di Indonesia tanpa adanya pengawasan, tanpa adanya koordinasi, tanpa adanya pencatatan, dan lainnya,” sebut Juru Bicara Kominfo, Dedy Permadi.

Ketika suatu saat nantinya PSE itu melakukan pelanggaran hukum pada wilayah Indomesia maka pemerintah bakal kesulitan buat berkoordinasi pada penyedia layanan atau juga aplikasi dan mengambil tindakan. Maka tujuannya tersebut buat menjaga keamanan data dan juga ruang digital Indonesia.

PSE lingkup privat domestik ataupun asing diwajibkan agar mendaftar pada Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi secara Elektronik Berbasis Risiko yaitu Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS RBA) hingga batas pendaftaran tanggal 20 Juli 2022.

Baca Juga: LBH Jakarta Gugat Menkominfo, Ada Apa Sebenarnya?

Dedy mengakui pada sejak tahun 2015 sampai 22 Juni 2022 ada sebanyak 4.540 PSE yang mana terdiri dari 4.472 PSE domestik dan juga 68 PSE asing pada lingkup privat sudah melakukan pendaftaran di Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Dedy juga mengucapkan bahwa pada kategori PSE domestik privat yang telah mendaftar salah satunya yaitu Bukalapak, Tokopedia ataupun GoTo, Traveloka, J&T hingga Ovo. Di samping itu, PSE asing lingkup privat tersebut salah satunya adalah TikTok.

Ketika lewat pada tanggal yang telah ditentukan dan mereka belum mendaftar, maka PSE domestik terutama asing pada lingkup privat dapat diblokir.

Akan tetapi, Dedy menegaskan bahwa Kominfo terbuka buat bisa menormalisasi akses layanan atau juga aplikasi mereka ketika memenuhi persyaratan yang diinginkan.

Dedy juga percaya bahwa sebagian PSE lingkup privat yang masih belum terdaftar kala ini, masih sedang pada proses buat menyiapkan pendaftaran.

Kominfo akan tetap menjalin komunikasi pada nama-nama perusahaan tadi, juga membantu mereka buat dapat mematuhi peraturan yang berlaku di Indonesia seperti yang dilansir dari akun undercover.id di Instagram.

Melihat postingan tersebut, netizen mengaitkannya dengan pemilu. Seperti akun caramel0macchiato yang mengomentari akun @putera.fajar.99.

Sebelumnya, akun @putera.fajar.99 mengatakan bahwa “pake aplikasi domestik tapi data masyarakat malah bocor,” tulisnya pada komentarnya.

Kemudian akun caramel0macchiato menimpal komentar tersebut dengan mengatakan pemilu yang Ia kirim pada tiga komentar. Masing-masing komentarnya, kata pemilu dipenggal hingga menjadi tiga komentar.

“Buat keperluan pe…,” tulisnya pada komentar pertamanya.

“Mi,” lanjutnya di komentar keduanya.

“Lu,” sambungnya pada komentar ketiganya.

Sumber Foto: Cuplikan Komentar Akun caramel0macchiato Pada Postingan Akun undercover.id di Instagram Soal Kominfo Ancam Blokir Google dan Sejumlah Akun Sosmed
Bagikan