Konsumsi Gula Berlebih, 5 Penyakit Berisiko Ini Bisa Menghampirimu

Penyakit gula
Makanan dan Minuman Pemicu Penyakit Diabetes. Sumber : kompas.com

Terkini.id, – Mengonsumsi gula berlebih bisa berdampak buruk pada kesehatan tubuh, kadang kita tidak menyadarinya. Gula yang kita konsumsi tidak boleh melebihi  5 persen dari asupan kalori harian, atau hanya sekitar 25 gram yang jika ditakar hanya enam sendok teh perhari.

Padahal gula tidak hanya semata dari gula pasir saja, berbagai makanan dan minuman yang kita konsumsi mengandung gula dalam kadar tinggi.

Ini yang membuat kita mengonsumsi gula berlebih, padahal faktor risiko untuk kesehatan akan kita tanggung sendiri.

Selain penyakit diabetes, beberapa penyakit berisiko menghampiri, jika kita terbiasa mengonsumsi gula berlebih.

Berikut ada 5 jenis penyakit yang perlu diwaspadai agar kita bisa menjaga asupan gula tidak berlebih.

Menarik untuk Anda:

1. Penyakit Jantung

Penyakit yang menyebabkan kematian nomor satu di dunia adalah salah satu yang masuk kategori rentan dialami oleh mereka yang banyak mengonsumsi gula.

Terlalu banyak mengonsumsi gula menyebabkan obesitas, peradangan, tekanan darah, semua faktor risiko penyakit jantung.

Mengonsumsi gula berlebih terutama dari minuman yang mengandung gula telah dikaitkan dengan penyakit yang ditandai dengan lemak dan endapan penyumbatan arteri.

Penelitian yang dilakukan pada 30.000 orang menemukan mereka yang mengonsumsi gula 17-21 persen berisiko meninggal akibat penyakit jantung dibandingkan yang hanya mengonsumsi 8 persen kalor dari gula tambahan.

Dalam satu minuman soda mengandung 52 gram gula atau sama dengan 10 persen konsumsi gula harian berdasarkan diet 2.000 kalori.

Hanya dengan mengonsumsi satu minuman manis dengan ukuran 473 ml telah melebihi batas harian gula yang disarankan.

2. Penyakit Kanker

Selain menyebabkan obesitas, gula berlebih juga meningkatkan risiko penyakit kanker. Dapat juga meningkatkan peradangan di tubuh  dan bisa menyebabkan resistensi insulin. Kedua hal tersebut meningkatkan risiko kanker.

Melansir dari Kompas.com, sebuah penelitian yang dilakukan dengan peserta lebih dari 430.000 orang mendapatkan hasil bahwa peningkatan kanker kerongkongan, kanker pleuran dan kanker usus kecil dikaitkan dengan mereka yang mengonsumsi gula tambahan.

Peserta yang mengonsumsi roti manis dan kue lebih dari tiga kali perminggu lebih mungkin terkena kanker endometrium daripada mereka yang mengonsumsi kurang dari 0.5 kal perminggu

Hubungan antara mengonsumsi tambahan asupan gula dan kanker, sampai saat ini masih berlangsung penelitiannya.

3. Diabetes Type 2

Hubungan antara gula berlebih dan risiko diabetes sudah sangat jelas. Faktor risiko terbesar untuk diabetes adalah mengonsumsi gula tinggi yang berkepanjangan sehingga mendorong resistensi terhadap insulin yaitu hormon yang diproduksi oleh pankreas untuk mengatur kadar gula darah.

Penyakit diabetes dalam 30 tahun terakhir ini telah meningkat lebih dari dua kali lipat. Risiko penyakit diabetes type 2  tumbuh sebanyak 1,1 persen untuk setiap 150 kalori gula yang dikonsumsi perhari.

Minuman yang dimaniskan oleh gula seperti jus buah lebih mungkin mengembangkan diabetes type 2.

4. Penumpukan Lemak di Hati (Fatty Liver)

Asupan gula yang tinggi meningkatkan risiko penumpukan atau perlemakan hati. Fruktosa dipecah oleh hati, dan diubah menjadi energi atau disimpan sebagai glikogen dan jika terlalu banyak menyimpan glikogen maka akan diubah menjadi lemak. Gula tambahan dalam bentuk fruktosa menjadi beban di hati sehingga menyebabkan penyakit hati berlemak non-alkohol yang ditandai dengan penumpukan lemak di hati.

Penelitian terhadap lebih dari 5.900 orang dewasa yang banyak mengonsumsi minuman manis memiliki 56 persen lebih tinggi berisiko mengalami perlemakan hati dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi minuman manis.

6. Tekanan darah Tinggi hingga Stroke dan Penyakit Lain Akibat Obesitas

Berbagai penyakit terkait obesitas lainnya seperti tekanan darah tinggi, stroke, penyakit kandung empedu, penyakit hati, osteoarthritis  atau radang sendi, infertilitas, sleep apnea, radang usus besar, dan penurunan mental bisa dialami oleh mereka yang mengalami obesitas karena mengonsumsi gula berlebih.

 

 

 

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Bangun Mood Pendengar di Masa Sulit, Masima Radio Network Ajak Masyarakat Indonesia Fokus Pada Hal Baik

Sirkulasi Darah Tidak Lancar dalam Tubuh, Ini yang Akan Terjadi

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar