Kopel dan Aktivis Bulukumba minta polisi usut tuntas kasus ini

Kopel minta polisi usut tuntas perjalanan fiktif anggota DPRD Bulukumba

Terkini.id, Bulukumba – Adanya laporan terkait dugaan perjalanam fiktif dan juga mark up sewa hotel anggota DPRD Bulukumba yang saat ini tengah dilidik pihak Tipikor Polres Bulukumba, membuat Kopel dan sejumlah aktivis di Bulukumba bersuara.

“Kami punya data di saat waktu yang bersamaan, ada beberapa anggota dewan yang berada di tempat yang berbeda. Untuk itu kami mewakili masyarakat meminta pihak kepolisian untuk serius memeriksa kasus tersebut,”jelas Arifa Ulvia Koordinator Kopel Cabang Bulukumba.

Kopel mengatakan  jika tidak ada itikad baik dari legislatif untuk melakukan penganggaran yang pro rakyat, Kopel akan melakukan aksi damai dan hal buruknya yang akan dilakukan adalah mengajak masyarakat boikot pembayaran pajak bagi desa yang masih minim pembangunan infrastrukturnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum HMI Cabang Bulukumba Ar Ebyt Supadi mengatakan kepolisian harus mengusut tuntas kasus ini, karena kalaupun menurutnya mark up anggaran ataupun perjalanan dinas fiktif para anggota dewan sekalipun anggaran dianggap sedikit tapi benar dilakukan maka sudah pasti masuk dalam tindak pidana korupsi.

Baca juga:

Tokoh pemuda dari KNPI ini juga berharap agar bukan hanya polisi yang bekerja namun pihaknya juga menyerukan kepada semua OKP dan Ormas untuk melakukan investigasi dan melakukan oengawalan kasus ini.

“Bukan kami tidak percaya terhadap penegak hukum akan tetapi OKP dan ORMAS yang ada di Bulukumba adalah bagian terkuat sebagai mitra kerja Kepolisian,”jelasnya kepada Makassar Terkini.

Dengan adanya kasus ini Ebyt juga meminta kepada  wakil rakyat di DPRD Bulukumba agar melakukan evaluasi dan instropeksi diri terhadap pemakaian anggaran perjalanan dinas .

“Sangat disayangkan hal yang semacam ini berulang. Belum lagi kasus yang lainnya, sekali lagi saya katakan ini memberikan efek yang sangat negatif terhadap pandangan masyarakat kepada wakil rakyatnya,”pungkasnya.

Ebyt mengajak sebagai pemuda Bulukumba agar masyarakat untuk lebih obyektif dan idealis dalam menentukam pilihan terhadap wakil rakyat pada pemilu nantinya.

“Dugaan terhadap Anggota DPRD Kabupaten Bulukumba terkait pelaporan pertanggung jawaban palsu menjadi pembelajaran besar dan perlu ditanamkan, mengingat momentum pemilihan umum 2019 sudah sangat dekat,”tutup Ebyt.

Komentar

Rekomendasi

Kabar Baik, Seluruh PDP di Kabupaten Bulukumba Dinyatakan Sembuh

Dinas Perikanan Bulukumba Suplai Ikan Segar untuk Warga Baturapa

Wakil Bupati TSY Temui Warga Serahkan BLT

Tangkal Corona, Bank Mandiri Serahkan Bilik Semprot Antiseptik ke Pemkab Bulukumba

Jembatan Dusun Kassi Pute Lolisang Kajang Roboh, Ternyata Ini Penyebabnya

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar