Kopi Kekinian Khas Cikoro, Kabupaten Gowa

Terkini.id, Gowa – Kopi adalah minuman yang berasal dari seduhan biji kopi yang telah di sangrai dan dihaluskan menjadi bubuk. Kopi sudah menjadi minuman yang dibudidayakan khusus negara 62+ (Indonesia).

Nuansa yang dimiliki kopi sangatlah khas, mengapa? Karena dibalik seduhan kopi ada aroma dan rasa yang membuat manusia ketagihan. Tak tanggung-tanggung banyak di Indonesia sudah memiliki usaha kopi khususnya di Makassar, Sulawesi Selatan.

Di Kelurahan Cikoro, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa, masyarakat dominan melihat dari perkebunan dan pertanian. Perkebunan di daerah ini sangat luas dan dimiliki oleh perorangan, sekitar 80% masyarakat memperoleh hasil dari perkebunan khusus di kebun kopi.

Salah satu masyarakat di sana yang bernama Syamsuddin ingin mengembangkan potensi hasil perkebunan terkhusus di produksi kopi. Syamsuddin memiliki kebun kopi seluas 1 Hektare, yang mana dia mengelola kebunnya sendiri. Ambisi yang sangat besar untuk mewujudkan kualitas kopi di Cikoro, Syamsuddin melakukan perawatan pohon kopinya dengan sangat totalitas.

Melihat persaingan kopi yang sangat ketat, Syamsuddin berinisiatif membuat produk untuk ikut memperkenalkan hasil dari kebun kopinya. Muncul ide untuk membuat produk sendiri yang dinamakan kopi Laris dan kopi Barista yang kemudian dibeli oleh Samaturu Mandiri salah satu koperasi yang ada di Kelurahan Cikoro, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa.

Julukan kopi Laris diambil dari kata sehari-hari di tengah masyarakat. Nama Laris dalam produknya membuat kata doa dalam produk tersebut yang mana akan cepat dipahami oleh konsumennya.

“Produk ini saya berikan nama laris karena itu adalah doa untuk produk saya sendiri. Kemudian kata laris juga selalu menerima saat jualan yang cepat laku pasti orang-orang cepat menerima dia kompilasi menetapkan laris,” ujar Syamsuddin Rabu, 20 November 2019.

Begitu pula dengan produk yang hanya, nama barista diambil dari sebutan untuk seseorang yang pekerjaannya membuat dan menyajikan kopi untuk pelanggan. Barista memiliki kata khas untuk pembuat kopi di setiap warkop atau kafe yang ada.

“Kata barista saya ambil karena selalu pelanggan selalu bertanya, Siapa baristanya?. Nah dari sini muncul ide saya untuk memakai kata barista agar kiranya hangat dipahami setiap ingatan,” ucap

Produk Kopi Laris disajikan dalam perpaduan antara jenis kopi Arabika dan Robusta sedangkan semua dicampurkan kemudian dimasukkan dalam kemasan. Kopi Laris ini telah mengandung gula sehingga sangat mudah diteduh ditiap paginya.

Berbeda dengan produk yang lagi, kopi Barista memakai Proses Madu. Proses Madu atau proses madu, memantapkan rasa dan aroma khas dalam kemasan produk kopi Barista ini. Kopi ini pun mampu bersaing dengan produk lain seperti kopi Toraja.

Kedua produk ini masing-masing memiliki berat 190 gram. Lumayan banyak untuk kita konsumsi dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis dengan rasa penasarannya dengan produk kopi ini, langsung meminta kepada Syamsuddin untuk diseduhkan saat itu juga. Bukan utama, cita rasa yang tebal, ditambah dengan keasaman yang rendah membuat penulis makin ketagihan.

Kopi Laris ini sangat sederhana sekali untuk diseduhkan dengan berbagai makanan. Begitu pula dengan kopi Barista sangat cocok untuk menemani kita di pagi hari dan menemani kita disaat melakukan aktfitas malam karena rasa kopinya yang sangat kuat di lidah dan tenggorokan.

Masalah harga jangan khawatir, produk kopi Laris hanya seharga Rp 10.000,00 saja dan kopi Barista hanya seharga Rp 20.000,00 saja. Murahji? (murah kan?).

Produk ini sangat cocok untuk kalangan menengah dan bawah karena harga yang terjangkau dan tak menguras isi dompet kita. Selain untuk mahasiswa, sangat cocok untuk diseduh di kosan atau di kampus kalian.

Komentar
Terkini