Korban Kebakaran di Makassar Tolak Apartemen Lorong, RW 2 Kampung Lepping Minta Rumah Susun

Terkini.id, Makassar – Rencana Pemerintah Kota Makassar membuat apartemen lorong atau Aparong untuk korban kebakaran di Kompleks Lepping, Kecamatan Tamalate ditolak warga.

Pada kebakaran tersebut sedikitnya 95 unit rumah permanen hangus terbakar dan 15 lainnya terdampak.

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan sudah menugaskan camat, lurah, RT/RW dan Dinas Sosial untuk membangun komunikasi dengan warga korban kebakaran. Hasilnya belum ada kesepakatan. 

Baca Juga: PPKM Level 2, Wakil Wali Kota Makassar Ingatkan Pandemi Covid-19...

“Dia tidak mau Aparong. Kalau uang tidak bisa, ditangkap kita,” kata Danny Pomanto, Senin, 30 Agustus 2021.

Pasalnya, tanah tersebut adalah milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang telah diserahkan menjadi aset yang dipisahkan untuk dikelola oleh Perseroda. 

Baca Juga: PTM Terbatas Tingkat SD Mulai 1 November di Kota Makassar

Bila warga lebih memilih membangun sendiri, Danny mengatakan pihaknya tetap akan menyediakan bahan material seperti balok dan seng. 

“Kita hanya sumbang material balok dan seng karena warga mau bangun sendiri,” ucapnya.

Padahal, kata Danny, bila masyarakat sepakat dengan pembangunan konsep Aparong, pembangunan bisa dipercepat. 

Baca Juga: PTM Terbatas Tingkat SD Mulai 1 November di Kota Makassar

“Kita bisa carikan CSR tapi kalau bangun sendiri tidak bisa,” tuturnya.

Ketua RW 2 Kampung Lepping, Muchtar Masri mengatakan warga sudah mengetahui dan mendengar wacana pemerintah kota akan membangun hunian baru bagi mereka. 

“Pak wali kan sudah berikan testimoninya bahwa akan menata ulang. Buat Aparong, meski pun sepertinya saya pikir belum cukup, yang terbaik menurut saya sebenarnya rumah susun agar mencukupi,” sebutnya. 

Atas dasar itu, kini warga pun sudah menunggu-nunggu realisasinya. Apalagi, kini mereka hanya membangun terpal dan tidur di bekas lokasi kebakaran.

“Iya, warga sudah menunggu dan bertanya-tanya kapan realisasinya. Tentunya yang berwenang seharusnya secepatnya mengambil keputusan,” ucapnya. 

“Kan dia pemilik lahan. Saya yakin pemerintah tidak semena-mena, dan pasti membantu masyarakat memiliki tempat tinggal yang baru,” sambungnya kemudian.

Sebelumnya, Plt Kadis Perumahan dan Kawasan Permukiman Nirman Mungkasa mengatakan timnya sudah selesai berkonsultasi dengan Direksi Perseroda.

“Kami sekarang sedang membuat foto drone untuk dipetakan lahan milik Perseroda. Kemudian akan kami perhadapkan ke pak Wali,” kata Nirman.

Ia menjelaskan luas lahan yang dimiliki Perseroda yakni 1,8 hektar, sedangkan lahan terbakar 0,7 hektar. 

“Tapi harus kami petakan dulu baik-baik,” ucapnya.

Bagikan