Korban Penembakan di Jeneponto Oknum Anggota TNI, Motif Pelaku Tak Terkait Instansi

Jeneponto
Kapolda Sulsel, Irjen Pol. Guntur Laupe saat ditemui wartawan di Mapolres Jeneponto

Terkini.id, Jeneponto – Diduga selingkuh, HUS dan HER menjadi korban penembakan yang dilakukan oleh oknum polisi yang merupakan suami dari perempuan inisial HUS.

Sementara dari informasi yang didapat terkini.id, lelaki yang didor sebanyak tiga kali itu diduga oknum anggota TNI.

Informasi tersebut dibenarkan oleh oleh Kasdim 1425 Jeneponto, Dandim 1425 Jeneponto, Letkol Inf Irfan Amir yang dikonfirmasi lewat WhatsApp, Jumat, 15 Mei 2020.

“Iya benar, sekarang telah menjalani operasi di rumah sakit Pelamonia Makassar,” kata Mayor Inf Arfad A Maudjid.

Menurutnya, Dia telah mendampingi Danrem 141 Toddopuli mengunjungi korban HUS di RS Bhayangkara dan HAS di RS Pelamonia Makasar.

Menarik untuk Anda:

“Kami bersama Danrem, Brigjen TNI Djashar Djamil, telah mengunjungi pelaku dan sekaligus berkoordinasi dengan pihak Polda dalam penegakan hukum,” kata Dandim 1425 Jeneponto Letkol Inf Irfan Amir.

Lebih lanjut, Letkol Inf Irfan Amir mengatakan, motif dari kasus penembakan terhadap korban oknum anggota TNI dengan pelaku oknum anggota Kepolisian merupakan persolan pribadi di antara keduanya.

“Kejadian semalam merupakan persoalan pribadi antara keduanya, sehingga tidak terkait institusi masing masing, kami sudah berkomunikasi dengan seluruh jajaran bahkan sinergitas antara TNI dan Polri tidak terganggu dengan kejadian semalam,” jelas Letkol Inf Irfan Amir.

Dia juga mengimbau kepada seluruh anggota TNI wilayah Kodim 1425 Jeneponto agar tidak terprovokasi dengan kejadian ini.

“Kami harap sinergitas tetap terus terbangun, Saya bersama Kapolres sudah mengambil langkah cepat dengan memberikan pemahaman kepada seluruh jajaran terkait permasalahan yang terjadi dan karena ini masuk dalam tindakan melanggar hukum maka kepada masing-masing yang terlibat akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku di satuan masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Sulsel, Irjen Pol. Guntur Laupe, memastikan anggotanya akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Pelaku tentunya akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku, sekarang pelaku sementara diperiksa di Polda, yang bersangkutan kena tindak pidana umum dan kode etik Kepolisian,” ungkap Kapolda Sulsel Irjen Pol. Guntur Laupe.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Pengurus Karang Taruna Kayuloe Timur Jeneponto Resmi Dilantik

Kasus Covid-19 di Jeneponto 14 Juli Bertambah 29 Orang, 14 Nakes

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar