Korupsi 1MDB jatuhkan mantan perdana menteri Malaysia, Najib Razak

perdana menteri malaysia
Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak. (foto/asiasentine.com)

Terkini.id – Tanggal 9 Mei 2018, Mahathir bin Mohamad yang berumur 92 tahun dijadikan oleh rakyat Malaysia sebagai pejabat negara tertua di dunia setelah mengalahkan sang petahana, Najib Razak, dengan berhasil mengambil alih 122 dari 222 kursi parlemen.

Setelah berkuasa selama 61 tahun, Partai Barisan Nasional akhirnya ditunggangkan oleh aliansi Pakatan Harapan yang baru dibentuk pada tahun 2015, sekaligus merupakan koalisi terbesar di parlemen Malaysia.

Kemenangan ini terjadi bukan karena faktor keberuntungan, melainkan salah satunya karena korupsi besar-besaran yang terjadi pada masa 9 tahun kekuasaan Najib Razak.

Dilansir dari BBC, permasalahan 1MDB atau 1 Malaysia Development Berhad membawa bencana bagi karir Najib Razak. Permasalahan dimulai dari pengembangan beberapa bagian daerah dari Kuala Lumpur guna menarik investor asing serta mendorong perekonomian Malaysia.

Sayangnya, akhir proyek tersebut tidak menghasilkan apa-apa kecuali utang raksasa bagi rakyat Malaysia. Najib Razak dituduh mengambil $700 juta dari dana 1MDB yang kemudian digunakan untuk membelikan istrinya perhiasan senilai jutaan dolar.

Baca juga:

Saking besarnya, penipuan ini bahkan diselidiki oleh penyelidik internasional, termasuk FBI. Beberapa tahun berlalu, konspirasi 1MDB berakhir perlahan-lahan tanpa penyelesaian yang jelas, tanpa penyelidikan yang lebih lanjut kepada Najib Razak.

Sekarang dengan penjabatan Mahathir, ia berkeinginan memeriksa keterkaitan Najib dan menuntut ditegakkannya keadilan walau Najib sudah berkali-kali mengaku tidak bersalah.

perdana menteri malaysia
Mahathir bin Mohamad. (foto/bbc.com)

“Saya tidak mencari balas dendam, kami tidak ingin menghukum seseorang tapi hukum mesti diimplementasikan. Jika Najib melakukan kesalahan, maka ia harus mendapat ganjarannya,” kata Mahathir yang sudah pernah menjabat sebagai perdana menteri pada tahun 1981 hingga 2003.

Korupsi tidak saja terjadi di masa Najib, Mahathir juga mengakui kesalahannya pada masa pemerintahannya.

“Saya mengaku ada beberapa aktivitas korupsi di staf saya, tapi bukan saya. Di masa saya, kami tidak punya korupsi sebesar ini, Amerika Serikat menyatakan bahwa korupsi ini sebagai penipuan dan pencucian uang terbesar yang pernah mereka lihat,” katanya dalam wawancaranya di BBC pada tahun 2016.

Dalam usahanya mengembalikan uang rakyat, Mahathir menetapkan langkah pertamanya dengan menyusun kabinetnya pada hari ini menurut laporan the Guardian.

Pemilihan tim suksesnya bukan tanpa halangan, koalisi yang ia bentuk harus berasal dari banyak ideologi partai berbeda yang nantinya harus disatukan selama mungkin beberapa tahun lamanya, setidaknya, selama ketentuan yang bakal dibahas oleh kabinet tersebut.

“Insya’allah, jika kami berhasil sesuai dengan kehendak Allah dan dengan bantuan kalian semua, kita bisa menyusun pemerintahan setelah pemilu ke-14, kami akan mengajukan durasi jabatan perdana menteri yaitu selama 2 periode dan tidak melebihi 10 tahun,” kata Datuk Seri Mukhriz Mahathir, Ketua Pakatan Harapan, kepada The Malay Mail Online pada tahun 2016 lalu.

Komentar

Rekomendasi

Peneliti Top Australia Temukan Adanya Keanehan di Virus Corona

Trump Minta Masjid-masjid dan Gereja Dibuka Lagi Jelang Idul Fitri

Arab Saudi Lockdown Selama Idul Fitri, Masjidil Haram dan Nabawi Ditutup

Nekat Gelar Buka Puasa Bersama, 4 Keluarga di Arab Saudi Positif Corona

Berikut Kunci Sukses Penanganan Corona di Negara ini

Selandia Baru Sukses Tangani Corona, Simak Ceritanya

Video Bocor, Obama Rupanya Kecam Keras Trump Dalam Penanganan Corona di AS

Selama Pandemi Covid-19 dan Ramadhan, Masjid-masjid di Inggris Kumandangkan Adzan

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar