KPU akan cetak kertas suara, Danny: penetapan Appi-Cicu juga harus batal demi hukum

Danny Pomanto didampingi kuasa hukumnya, di Rumah Pribadi Jalan Amiruddin, Kamis 17 Mei 2018
Danny Pomanto didampingi kuasa hukumnya, di Rumah Pribadi Jalan Amiruddin, Kamis 17 Mei 2018

Terkini.id, Makassar – KPU Makassar memastikan, Pilkada Kota Makassar akan berlangsung dengan satu paslon saja. Melawan kolom kosong.

KPU Makassar juga segera mencetak kertas suara yang isinya foto pasangan Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) melawan kolom kosong.

Komisioner KPU Makassar, Rahma Saiyed, mengungkapkan, jadwal cetak surat suara tergantung pihak percetakan.

“Jadwal pencetakannya sesuai aturan, adalah 30 hari sebelum hari H,” jelas dia.

Dengan hari H pelaksanaan pemilihan wali kota-wakil wali kota Makassar, pada 27 Juni 2018, paling tidak sudah harus dicetak pada 31 Mei 2018.

Menarik untuk Anda:

Sikap Danny Pomanto

Sebelumnya, Ramdhan Pomanto yang telah didiskualifikasi oleh KPU Makassar menegaskan, upaya hukum akan terus dilakukan pihaknya dengan membawa masalah tersebut ke Bawaslu hingga KPU RI.

Menurut Danny Pomanto, keputusan Panwaslu yang berdasarkan sidang musyawarah sengketa sengketa Pemilihan Wali Kota Makassar, sebenarnya membatalkan SK KPU Kota Makassar No 64/P.KWK/HK.03.1-Kpt/7371/ KPU-Kot/IV/2018 tentang penetapan Calon Wali Kota.

“Jadi dengan menyatakan batal itu, sebenarnya sudah tidak ada calon wali kota di Makassar saat ini,” terang dia. Dia menyebutkan, penetapan Appi-Cicu pun seharusnya batal demi hukum

Dia mengungkapkan, KPU Makassar tentunya tidak berdiri sendiri dalam membuat SK. “Tidak bisa sendiri, karena itu perintah UU,” terang dia.

Soal putusan MA terkait keputusan KPU yang tetap berpegang teguh pada MA, kuasa hukum Danny menegaskan, putusan MA dan PT TUN tidak punya keterkaitan, atau tidak beririsan dengan gugatan Danny di Panwas.

“Secara hukum, putusan MA dan PT TUN itu sudah dijalankan secara final dan mengikat,” terangnya.

Dia lebih rinci menjelaskan, putusan MA dan PT TUN yang memerintahkan diskualifikasi Danny Pomanto sudah itu dijalankan.

“Setelah keluarnya putusan MA itu, saya tidak menjadi calon wali kota lagi. Nah, dalam rentang 17 hari itu (tidak jadi calon wali kota) sejak putusan MA sudah saya jalankan, hingga kami menang di Panwas. Jadi ini tidak bertentangan,” terangnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Ketua DPP PKS menerima Dokter Fadli Ananda

Ditunjuk Jadi Juru Bicara, Uji : Belum, Saya Tunggu Perintah Partai

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar